Kota Solok, Klikpositif – Sinergi dan dukungan semua pihak sangat dibutuhkan dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Pemerintah daerah, lembaga masyarakat, Duni usaha hingga media massa memiliki peranan penting dalam mendorong terwujudnya daerah yang ramah anak.
Kepala DP3A Kota Solok, Delfianto mengatakan, anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan pelihara dengan baik. Selain perlindungan, pemenuhan hak pendidikan untuk melahirkan SDM yang unggul di masa mendatang,” ujar Delfianto, Kamis (13/6/2024) saat rakor bersama lembaga terkait di Aula DP3A.
Delfianto menjelaskan, dalam mewujudkan Kota Layak Anak sangat dibutuhkan dukungan lembaga masyarakat, perusahaan-perusahaan serta media massa. Kerjasama seluruh lini akan meningkatkan kualitas pemenuhan hak-hak dan perlindungan terhadap anak.
“Lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak memiliki andil yang cukup besar. Untuk itu, perlu sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antar seluruh lembaga,” paparnya.
Ketua Yayasan Ruang Anak Dunia, Wanda Lesmana menyebutkan, perlu penyamaan persepsi perjuangan perlindungan anak melalui peranan lembaga masyarakat, media massa dan dunia usaha. Ini merupakan satu kesatuan untuk saling mendukung bagi daerah yang telah berkomitmen mewujudkan Kabupaten/ Kota Layak Anak.
“Semua unsur tersebut harus bergandengan tangan untuk bersama-sama memiliki program yang memiliki perspektif perlindungan anak sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak, maka peranan mereka harus diakomodir dalam Gugus Tugas Kota Layak Anak,” terang Wanda.
Hal tersebut sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 72 Ayat (1) hingga Ayat (6) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah memberikan legitimasi bagi lembaga masyarakat, media massa, dan dunia usaha untuk memiliki peranan dalam program nasional perlindungan anak melalui penyelenggaraan Kabupaten/ Kota Layak Anak.
“Tentunya kita semua perlu masukan-masukan positif untuk melahirkan program-program kebijakan yang mengarah pada perlindungan dan pemenuhan hak anak. Kita semua bertanggungjawab meningkatkan kualitas hidup anak,” tutupnya.






