Kota Solok, Klikpositif – Keberadaan silek tradisi menjadi salah satu media pembentukan karakter generasi muda Minang. Tidak hanya membentuk pribadi yang kuat, tangguh dan mampu membela diri, silek juga mengajarkan nilai-nilai moral dan adab.
Dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam silek, Menurut Wakil Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, bisa menjadi salah satu benteng dalam mencegah generasi muda dari berbagai pengaruh kenakalan remaja.
“Setiap perguruan silek tradisi di Minangkabau pastinya mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Dan nilai ini yang akan membentuk karakter generasi muda kita ke depan,” kata Dhani saat menghadiri mangulipah guru Galanggang Silek Tuo Pusako Lamo, Sabtu (9/9/2023) di halaman kantor KAN Kota Solok.
Mangulipah merupakan prosesi Tuo silek sasaran memberikan kepercayaan dan melimpahkan kepada murid yang dianggap cakap dan mampu secara lahir dan batin untuk menjadi guru. Dalam kegiatan yang dibalut dengan pertunjukan silek tradisi itu dihadiri 40 sasaran silek se-Solok Raya.
Dhani juga menyampaikan apresiasi terhadap tuo-tuo silek, baik di Kota dan Kabupaten Solok yang selama ini dengan sekuat tenaga melestarikan silek tradisi. Pengorbanan waktu, tenaga bahkan materi sebagai bentuk sumbangsih dalam membentuk generasi muda yang lebih baik.
“Kami sangat senang, malam ini begitu ramai. Tuo-tuo silek dari 40 perguruan di Solok hadir, begitu juga dengan para murid yang didominasi oleh anak muda. Kami yakin, dengan semangat ini, silek akan tetap lestari di masa mendatang,” paparnya.
Dhani menegaskan, Pemerintah Kota Solok akan senantiasa mendukung bergama kegiatan dan program seni tradisi, termasuk silek. Walau tidak untuk presentasi, namun silek tradisi punya peran dan fungsi fundamental bagi pembangunan generasi muda.
“Alhamdulillah, kegiatan seni tradisi dan budaya di Kota Solok selama ini hidup. Dan itu tidak terlepas dari peran dari Tuo silek dan pelaku seni tradisi. Ke depan, kita akan lebih semarakkan kegiatan seni tradisi, khusunya di Kota Solok,” tuturnya.
Galanggang Silek Tuo Pusako Lamo merupakan event yang diangkat oleh Dinas Kebudayaan melalui UPTD Taman Budaya Sumbar. Kegiatan itu juga merupakan fasilitasi dari dana pokir tuo silek Kota Solok yang duduk di DPRD Sumbar, H. Daswippetra Dt Manjinjiang Alam.






