PADANG, KLIKPOSITIF- Untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, pemerintah saat ini mengejar pertumbuhan ekonomi minimal 8 persen mulai 2029.
Menurut Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Prof. Budi Setiyono, Indonesia memiliki modal demografi yang besar. Dari total penduduk sekitar 248,67 juta jiwa, sebanyak 196 juta jiwa atau 68,9 persen merupakan penduduk usia produktif.
“Tantangannya adalah bagaimana supaya generasi usia produktif ini benar-benar produktif,” ungkap Budi Setiyono, saat kuliah umum di UNP, Rabu 16 Agustus 2026.
Jika penduduk usia produktif ini benar-benar aktif menghasilkan, maka Indonesia berpotensi mendapatkan tambahan produk domestik bruto (PDB) sekitar Rp13.000 triliun pada 2029.
Jika semua itu terwujud, maka diprediksi pada tahun 2029 Indonesia tidak lagi membutuhkan hutang ke luar negeri lagi. Untuk itu, usia produktif harus diikuti dengan peningkatan produktivitas agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sestama Budi juga menyinggung sekitar 25 juta orang yang berada dalam posisi sandwich generation. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan ekonomi dan sosial yang harus ditanggung generasi produktif karena pada saat bersamaan mereka harus memenuhi kebutuhan keluarga inti sekaligus membantu orang tua.
“Berbagai persoalan kependudukan tersebut harus ditangani sejak generasi muda,” tuturnya .
Oleh karena itu, penyiapan kehidupan berkeluarga, kesehatan mental, pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memanfaatkan bonus demografi.
Sementara itu, Rektor UNP Krismadinata mengatakan kehadiran Prof Budi di UNP menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan kependudukan serta tantangan pembangunan Indonesia ke depan.
Rektor menyebutkan, kualitas generasi muda menjadi penentu bagi kekuatan ekonomi bangsa. Jika usia produktif dengan kualitas yang maksimal maka akan tercapailah bonus demografi itu.















