PADANG, KLIKPOSITIF — Pelaksanaan Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Mengusung tema “Creative Culture for Digital and Sustainable Future: Mendorong Daya Saing Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital,” kegiatan ini menghadirkan lebih dari 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Puluhan UMKM tersebut hadir melalui sejumlah zona yang disediakan dalam SCF 2026, di antaranya Zona Citra Nusa, Gastronomi dan Cangkir Barista, Recycle & Green Creative, serta Zona Edukasi.
Berbagai produk unggulan ekonomi kreatif Sumatera Barat turut dipamerkan. Produk tersebut meliputi wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga berbagai produk kreatif yang mengusung konsep keberlanjutan.
Selain menjadi ruang promosi dan pemasaran produk UMKM, SCF 2026 juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Sejumlah materi yang disampaikan antara lain mengenai QRIS, Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah), pelindungan konsumen, ekonomi dan keuangan syariah, literasi keuangan, serta transformasi digital bagi UMKM.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan selama pelaksanaan kegiatan. Pada hari pertama, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 2.000 orang. Sementara pada hari kedua, jumlah pengunjung diperkirakan kembali mencapai sekitar 2.000 orang.
Dengan demikian, sekitar 4.000 pengunjung telah menghadiri SCF 2026 selama dua hari pertama, belum termasuk jumlah pengunjung pada hari penutupan yang saat itu masih dalam proses rekapitulasi.
Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Sumatera Barat. SCF 2026 sekaligus menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM, komunitas, perbankan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong ekonomi kreatif yang semakin digital, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, SCF 2026 diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Sumatera Barat sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan daya saing.












