KLIKPOSITIF – Harga minyak mentah di pasar internasional makin naik, imbas dari rencana negara-negara Eropa memberikan sanksi ekonomi baru kepada Rusia.
Sejumlah sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan kejahatan perang terhadap warga sipil di Ukraina.
Situasi geopolitik ini, menambah kekhawatiran adanya gangguan pasokan minyak ketika perundingan nuklis AS dan Iran juga terhenti.
“Ketegangan geopolitik kemungkinan besar akan menjaga harga minyak naik dalam beberapa hari mendatang,” kata Tina Teng, seorang analis pasar di CMC Markets APAC & Kanada, dilansir Reuters, Selasa (5/4/2022).
Kenaikan harga minyak semakin mengkhawatirkan pasar mengingat hal tersebut turut serta melonjakan tingkat inflasi.
Sejumlah bahan pokok ikut terkena pengaruh atas komoditas tersebut.
“Dalam jangka panjang, harga minyak akan terus menguat,” tutup Tina Teng.
Sementara itu, pada perdagangan siang ini, Selasa (5/4/2022), berdasarkan data Intercontinental Exchange (ICE) harga minyak Brent Juni 2022 naik 1,60 persen di USD109,26 per barel.
Sementara Brent Juli 2022 menguat 1,50 persen di USD107,59 per barel
West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei 2022 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) menanjak 1,72 persen di USD105,06 per barel.
Dedangkan WTI Juni 2022 tumbuh 1,73 persen di USD103,60 per barel.







