KLIKPOSITIF โ Rusia menutup akses Facebook dan Twitter bagi warganya. Penutupan akses ini merupakan bagian dari perang informasi, seiring invasi Rusia ke Ukraina berlanjut.
Pemerintah Rusia menyebut kedua platform tersebut berisi kampanye dan informasi bertentangan dengan kebijakan negara. Pejabat komunikasi Rusia Roskomnadzor mengungkapkan Rusia menutup akses Facebook dan Twitter ini setelah sejumlah media internasional membatasi akses untuk media milik pemerintah.
Pemerintah Rusia pada pekan ini juga telah mengeluarkan aturan hukum baru terkait penyebaran berita palsu. Dimana berita palsu yang dimaksud adalah berita yang tidak sesuai dengan versi pemerintah.
Kantor berita BBC, sejak aturan itu berlaku menutup kerjanya di Rusia. Sebuah upaya untuk melindungi para jurnalis sebelum menjadi tahanan pemerintah.
Nicj Clegg dari Meta mengatakan penutupan akses ini membuat jutaan rakyat Rusia tidak bisa mengakses berita dari sumber yang terpercaya. Sekaligus membungkam suara mereka.
โKami akan berupaya untuk mengembalikan akses Facebook di Rusia,โ ujar Clegg.
Situasi berkembang dengan cepat sejak serangan Rusia ke Ukraina. Banyak perusahaan teknoloni melakukan boikot sebagai bentuk protes atas tindakan militer Rusia.
Sebelumnya pemilik klub Chelsea Romanย Abramovich memutuskan akan menjual klubnya. Pria Rusia berusia 55 tahun ini mengatakan akan menggunakan hasil penjualan Chelsea untuk kepentingan semua korban perang di Ukraina.
Abramovich berada dalam tekanan sejak Rusia menyerang Ukraina. Tekanan publik dan juga tekanan politik terus berdatangan terkait kepemilikan orang kaya Rusia itu atas Chelsea.






