PADANG, KLIKPOSITIF โ Politeknik Negeri Padang (PNP) bersama Pemerintah Kota Padang (Pemko Padang) melalui Dinas Pendidikan resmi membuka program kelas internasional dengan skema joint degree 2+2 bekerja sama dengan mitra pendidikan di Guangdong, Tiongkok.
Inisiatif ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan vokasi di daerah, dengan menghadirkan akses pembelajaran global yang terintegrasi dengan pengalaman industri internasional.
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dalam lingkungan kerja global yang dinamis.
Melalui skema 2+2, mahasiswa akan menempuh dua tahun pertama pendidikan di PNP sebagai fase penguatan dasar keilmuan dan keterampilan, sebelum melanjutkan dua tahun berikutnya di Guangdong, yang dikenal sebagai salah satu pusat manufaktur dan teknologi terbesar di dunia.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah ini menghadirkan pendekatan yang berbeda, khususnya dalam proses seleksi mahasiswa. Tahapan seleksi dilakukan secara berjenjang dan terstruktur.
Dinas Pendidikan Pemko Padang berperan dalam menjaring calon peserta terbaik dari tingkat awal, memastikan pemerataan kesempatan serta keterlibatan daerah dalam proses pembinaan talenta.
Selanjutnya, PNP melakukan seleksi lanjutan yang mencakup aspek akademik, kesiapan bahasa, serta mentalitas untuk mengikuti program internasional.
Direktur PNP, Revalin Herdianto, menekankan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah merupakan kunci dalam menciptakan lulusan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan global.
Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar program pendidikan, melainkan bagian dari strategi besar dalam membangun daya saing daerah.
โPengembangan SDM tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menjaring dan menyiapkan talenta sejak awal, sementara PNP bertanggung jawab memperkuat kompetensi mereka melalui pendidikan vokasi dan pengalaman internasional,โ ungkapnya.
Fokus program ini berada pada bidang rekayasa, khususnya Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Elektroโdua bidang yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan industri global saat ini.
Kurikulum yang diterapkan akan mengombinasikan standar pendidikan nasional dengan pendekatan internasional, sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang diakui secara global.
Salah satu keunggulan utama program ini adalah integrasi pengalaman industri melalui skema magang di perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam lingkungan kerja profesional, baik di perusahaan yang beroperasi di Indonesia maupun di luar negeri.
Pengalaman ini diharapkan mampu memberikan pemahaman nyata mengenai standar kerja internasional, teknologi terkini, serta budaya kerja lintas negara.
Selain itu, mahasiswa juga akan dibekali dengan pelatihan intensif, termasuk penguasaan bahasa Mandarin sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan studi dan adaptasi di Tiongkok.
Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa mampu mengikuti proses pembelajaran dan berinteraksi secara efektif di lingkungan internasional.
Pada tahap awal pelaksanaan, program ini akan diikuti oleh satu kelas dengan kuota terbatas sebanyak 20 mahasiswa terpilih. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga kualitas pembelajaran dan memastikan setiap peserta mendapatkan pendampingan optimal selama menjalani program.
Lebih dari sekadar program akademik, kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama antara Politeknik Negeri Padang dan Pemerintah Kota Padang dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan global.
Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.
Ke depan, skema kemitraan seperti ini dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.
Dengan mengintegrasikan peran pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan mitra internasional, model ini dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan vokasi nasional di kancah global.(*)






