Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:28 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Peran Penting Sumatera Barat, Setelah Pemboman Maguwo 1948

Eko Fajri
Rabu, 3 Agu 2022 | 12:41 WIB
Sumatera Barat kemerdekaan

Ketua PDRI saat berbicara di Padang Japang, Payakumbuh (jikn)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Sumatera Barat mempunyai cerita sendiri dalam memperjuangkan kemerdekaan RI setelah proklamasi kemerdekaan 1945.

Sejarah mencatat, bahwa Sumatera Barat adalah salah satu pusat kekuasaan pemerintahan darurat saat Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh ditangkap pada Serangan Militer Belanda II atau Operasi Gagak terjadi pada 19 Desember 1948.

Sumetara Barat mengambil peranan agar kemerdekaan yang telah diraih dapat terus dipertahankan.

Dengan adanya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara.

Agresi militer Belanda

Agresi militer yang Belanda pada tanggal 19 Desember 1948 terhadap Yogyakarta berawal dengan
menerjunkan pasukannya di pangkalan udara Maguwo.

Saat itu, berdasarkan catatan sejarah, belasan pesawat tempur canggih di dunia milik Belanda pada masanya, sengaja datang untuk merebut Yogya.

Squadron udara yang terdiri dari pesawat pembom F-51 Mustang, B-25 Mitchell dan P-40L Kitty Hawks tersebut membobardir dan menghujani Maguwo dengan senapan mesin.

Serangan itu dimaksudkan untuk menghapus peta ketatanegaraan Republik Indonesia.

Dalam suasana pertempuran pada tanggal 19 Desember 1948 para petinggi RI masih sempat untuk mengadakan sidang kabinet.

Dari sidang kabinet itulah, Sumatera Barat menjadi daerah yang penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga

Pengerjaan Trotoar dan Drainase Jalan Soekarno Hatta Bukittinggi Ditargetkan Sesuai Waktu Kontrak

Jumat, 23 Okt 2026 | 19:09 WIB

Puluhan Tokoh Bukittinggi Berkunjung ke Aceh dan Jambi, Ini Harapan Wali Kota

Jumat, 16 Okt 2026 | 19:00 WIB

Pemerintahan Darurat di Sumatera

Melansir berbagai sumbar, sidang memutuskan basis pemerintahan sipil akan berada di Sumatera.

Telegram pertama ditujukan kepada Sjafruddin Prawiranegara di Bukittinggi, untuk membentuk pemerintahan darurat.

Sementara telegram lainnya, kepada perwakilan Indonesia di India.

Meski telegram tersebut disebut-sebut tidak pernah sampai ke Sjafruddin Prawiranegara, namun pada tanggal 22
Desember 1948 Sjafruddin membentuk PDRI.

Hal ini terjadi karena Sjafruddin Prawiranegara sebelumnya memang telah dipersiapkan oleh Moh. Hatta menjadi
perdana mentri sementara apabila terjadi serangan dari pasukan Belanda.

“Setelah PDRI dibentuk dengan bantuan pemancar radio milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pembentukan PDRI segera diumumkan ke seluruh tanah air dan ke luar negeri,”.

“Upaya ini dilakukan untuk menunjukan eksistensi Republik Indonesia (Noor, 1999:78).

Akhirnya muncul resolusi Dewan Keamanan PBB pada tanggal 28 Januari 1949 dan atas bantuan UNCI
pada tanggal 7 Mei 1949.

Perundingan guna mengatasi persengketaan antara pemerintah Belanda dengan Pemerintah Republik Indonesia
dapat dilakukan yang dikenal dengan Van Royen-Roem Statements (Roem, 1977 : 43).

Dalam satu bulan, pasukan TNI telah berhasil melakukan konsolidasi dan melakukan pukulan-pukulan secara teratur kepada musuh.

Serangan umum yang terhadap kota-kota yang diduduki Belanda mulai dilaksanakan oleh pasukan TNI dan yang dikenal sebgai Serangan Umum 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta dipimpin oleh Letkol Suharto.

Dalam kesepakatan Roem-Royen ternyata PDRI tidak dilibatkan, melainkan dilakukan oleh Sukarno dan Moh. Hatta dengan menunjuk Moh.

Roem untuk mewakili Republik Indonesia dalam perundingan dengan Belanda.

Belanda Kembalikan pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta

Perundingan antara pemerintah Belanda dan Republik Indonesia menyepakati untuk mengembalikan
pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.

Pada tanggal 13 Juli 1949 dalam sidang kabinet yang diadakan di Yogyakarta, demi persatuan bangsa dan agar tidak terjadi dualisme kepemimpinan Sjafruddin Prawiranegara mengembalikan mandat kepada
presiden Republik Indonesia.

Dengan adanya pengembalian mandat ini maka berakhirlah pemerintahan PDRI yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara.

 

Tags: BukittinggiHut RiKemerdekaanNasionalPahlawanPayakumbuhPdriSejarahSumbar

Berita Lainnya

Pengerjaan Trotoar dan Drainase Jalan Soekarno Hatta Bukittinggi Ditargetkan Sesuai Waktu Kontrak

Jumat, 23 Okt 2026 | 19:09 WIB

Puluhan Tokoh Bukittinggi Berkunjung ke Aceh dan Jambi, Ini Harapan Wali Kota

Jumat, 16 Okt 2026 | 19:00 WIB

Raih 139 Emas, Kota Solok Peringkat Dua Porprov ke-XVI Sumbar

Kamis, 15 Okt 2026 | 10:27 WIB

Porprov Sumbar 2026 Berakhir, Bukittinggi Raih 223 Medali

Rabu, 14 Okt 2026 | 21:09 WIB
Selanjutnya
Penasehat Semen Padang FC Andre Rosiade

Tinjau Latihan Pemain Semen Padang FC, Andre Rosiade: Liga 1 Harga Mati!

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara