PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang Panjang merilis daftar rata-rata harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok berdasarkan pemantauan pada 2–4 Juni 2026. Secara umum, harga bahan pangan di pasar masih berada dalam kondisi relatif stabil meskipun terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas.
Berdasarkan data tersebut, harga beras kualitas I tercatat sebesar Rp17.832 per kilogram, sementara beras kualitas II dan III masing-masing dijual dengan harga Rp16.917 dan Rp16.000 per kilogram. Harga gula pasir berada di angka Rp19.000 per kilogram.
Untuk kelompok protein hewani, daging sapi menjadi komoditas dengan harga tertinggi, yakni Rp150.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam broiler dijual Rp31.000 per kilogram. Harga telur ayam ras tercatat Rp29.317 per kilogram, telur ayam kampung Rp67.467 per kilogram, dan telur itik Rp32.000 per kilogram.
Komoditas hortikultura juga menunjukkan variasi harga. Cabai merah dijual Rp49.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit dan cabai hijau masing-masing Rp44.350 dan Rp44.333 per kilogram. Harga bawang merah mencapai Rp46.684 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan bawang putih yang berada pada kisaran Rp30.000 per kilogram.
Pada kelompok kacang-kacangan, kacang tanah tercatat Rp34.667 per kilogram, kacang hijau Rp29.333 per kilogram, dan kacang kedelai Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, terong dijual Rp13.300 per kilogram.
Dilansir dari laman Facebook Kominfo Padang Panjang, untuk komoditas perikanan, ikan air tawar jenis nila dipasarkan dengan harga Rp43.500 per kilogram, sedangkan ikan asin teri mencapai Rp100.000 per kilogram.
Di sektor kebutuhan rumah tangga, minyak goreng kemasan sederhana menjadi yang termurah dengan harga Rp15.700 per liter. Minyak goreng curah dijual Rp21.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan premium mencapai Rp24.333 per liter.
TPID Kota Padang Panjang menjelaskan bahwa harga yang dirilis merupakan rata-rata hasil pemantauan di lapangan selama periode 2–4 Juni 2026. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasokan dan permintaan di pasar.






