KLIKPOSITIF – Kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari memiliki pengaruh lebih besar terhadap kesehatan jantung dibandingkan sekadar memilih pola makan rendah lemak atau rendah karbohidrat. Temuan ini diperkuat oleh serangkaian penelitian yang dilakukan para peneliti dari Harvard, yang menegaskan bahwa sumber nutrisi lebih penting daripada hanya menghitung jumlah karbohidrat, lemak, atau protein dalam makanan.
Ahli gizi terdaftar sekaligus dosen di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Teresa Fung, mengatakan bahwa masyarakat perlu memperhatikan asal nutrisi yang dikonsumsi, bukan hanya komposisinya.
“Kita harus melihat lebih dari sekadar karbohidrat, lemak, dan protein. Dari mana nutrisi tersebut berasal juga sangat penting,” ujarnya.
Salah satu penelitian terbesar yang dilakukan Harvard melibatkan hampir 200.000 orang dewasa yang dipantau selama lebih dari 30 tahun. Penelitian tersebut membandingkan pola makan rendah karbohidrat dan rendah lemak yang terdiri atas pilihan makanan sehat maupun tidak sehat.
Dilansir dari laman Health.Harvard. Edu, hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang menerapkan pola makan dengan makanan berkualitas tinggi, seperti protein nabati dan protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, serta lemak tak jenuh, memiliki risiko penyakit jantung sekitar 15 persen lebih rendah.
Sebaliknya, peserta yang mengonsumsi makanan berkualitas rendah, seperti karbohidrat olahan, makanan tinggi proses, serta protein dan lemak hewani dalam jumlah tinggi, justru memiliki risiko penyakit jantung yang lebih besar.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas makanan merupakan faktor utama yang menentukan kesehatan kardiovaskular, bukan semata-mata perbandingan antara asupan lemak dan karbohidrat.
Pilihan Makanan Berkualitas
Dalam penelitian tersebut, makanan berkualitas tinggi didefinisikan sebagai makanan yang minim proses dan kaya nutrisi. Kelompok ini meliputi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, unggas, serta sumber protein nabati seperti kacang merah dan lentil.
Sementara itu, makanan berkualitas rendah mencakup minuman manis, biji-bijian olahan, makanan bertepung rendah serat, makanan yang digoreng, makanan tinggi gula, serta produk dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi.
Berpengaruh terhadap Berat Badan
Selain menjaga kesehatan jantung, memilih makanan berkualitas juga dinilai dapat membantu mengendalikan berat badan. Makanan kaya serat dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Kondisi tersebut secara alami dapat mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
Menurut Fung, memilih makanan yang lebih sehat juga secara otomatis mengurangi konsumsi makanan yang kurang sehat. “Buah-buahan, sayuran, dan protein nabati seperti kacang-kacangan cukup mengenyangkan sehingga lebih sulit dikonsumsi secara berlebihan,” katanya.
Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Harvard lainnya pada 2011 yang melibatkan lebih dari 120.000 orang dewasa sehat. Penelitian itu menemukan bahwa kenaikan berat badan paling banyak dikaitkan dengan konsumsi keripik, minuman berpemanis, serta daging merah olahan maupun tanpa olahan.
Sebaliknya, peningkatan konsumsi sayuran, biji-bijian utuh, buah-buahan, kacang-kacangan, dan yogurt terbukti berkaitan dengan kenaikan berat badan yang lebih rendah dalam jangka panjang.
Hasil berbagai penelitian tersebut semakin memperkuat bukti bahwa membangun pola makan sehat tidak hanya bergantung pada jumlah kalori atau komposisi zat gizi, tetapi juga pada kualitas makanan yang dipilih setiap hari.






