Kota Solok, Klikpositif – Melahirkan para entrepreneur muda, Pemerintah Kota Solok aktif mengirimkan pemuda/ pemudi ke berbagai pelatihan peningkatan kapasitas wirausaha muda. Potensi dan peluang kawula muda sangat terbuka untuk terjun ke dunia usaha.
Wakil Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra mengatakan, Pemerintah Kota Solok rutin mengirimkan pemuda ke berbagai pelatihan kewirausahaan untuk mendapatkan ilmu dan menambah pengetahuan. Hal ini sejalan dengan program provinsi mencetak dan mengembangkan entrepreneur muda.
Selain itu, Pemerintah Kota Solok juga memiliki beragam program dalam pemberdayaan ekonomi generasi muda. Menurutnya, peluang generasi milenial untuk berkecimpung di dunia usaha sangat terbuka lebar karena generasi milenial juga menguasai teknologi.
“Banyak generasi milenial di Kota Solok yang telah bergerak membangun usaha. Ini sebuah potensi dalam menggairahkan perekonomian di daerah. Usaha-usaha kreatif kalangan milenial perlu mendapat dukungan agar bisa berkembang,” ungkap Dhani, Selasa (4/2/2025).
Dhani menjelaskan, peran pemuda bisa menentukan keberlanjutan pembangunan ekonomi bangsa. Caranya dengan membangkitkan semangat kewirausahaan dan ekonomi kreatifitas bagi pemuda. Dan ini menjadi tugas dari pemerintah daerah untuk mendorong dan memfasilitasi.
Menurut data BPS Kota Solok tahun 2024, menunjukkan, jumlah penduduk rentang usia 15 sampai 30 tahun mencapai 32.115 orang, dari total 79.538 orang jumlah penduduk kota Solok. Artinya, hampir separuh penduduk Kota Solok merupakan generasi muda.
Dari data itu, jumlah angkatan kerja sangat besar. Saat ini perbandingan antara jumlah penduduk produktif dengan penduduk non produktif berada pada kondisi ideal untuk meningkatkan produktivitas sehingga kesejahteraan penduduk juga akan meningkat.
“Periode ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga kita bisa mendapatkan bonus demografi tersebut,” ungkap Wawako.
Lebih lanjut Wawako menambahkan bahwa untuk menyongsong bonus demografi, pemuda harus menguasai teknologi yang terus berkembang. Hal ini akan menjadi tantangan besar, apabila generasi muda tidak menguasai teknologi dan aspek lainnya.






