Sabtu, 07 Nov 2026 - 14:26 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Pasar Saham AS Terus Terpuruk Akbiat Varian Baru Covid-19

investor kembali khawatir dengan varian omicron yang bisa menggagalkan pemulihan ekonomi Amerika Serikat

redaksi
Kamis, 2 Des 2021 | 09:22 WIB
ilustrasi

ilustrasi (net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Pasar saham AS anjlok akibat terimbas isu keganasan varian baru Covid-19 yang disebut omicron. Dari indeks Wall Street, Dow Jones yang turun lebih dari 600 poin pada awal pekan ini.

Penurunan Dow ini, karena investor kembali khawatir dengan varian omicron yang bisa menggagalkan pemulihan ekonomi Amerika Serikat. “Variannya adalah penyebab yang lebih besar untuk aksi jual daripada Powell. Mengingat kekhawatiran bahwa Omicron dapat memperlambat pengeluaran selama musim liburan, itu membuat investor gugup,” kata James Ragan, direktur penelitian manajemen kekayaan di DA Davidson seperti dikutip CNN, Kamis, 2 Desember 2021.

Baca Juga

Belanja Negara di Sumbar hingga September 2026 Capai 74,35 Persen

Rabu, 28 Okt 2026 | 17:35 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Barat, Kukuh Sumardono Basuki

Realisasi Transfer ke Daerah di Sumbar Capai Rp17,1 Triliun

Rabu, 28 Okt 2026 | 07:28 WIB

Namun, investor perlu mengingat bahw dengan serangan volatilitas baru-baru ini, Wall Street tetap mengalami tahun yang luar biasa. Hal ini ditandai dengan indeks S&P 500 yang naik hampir 25%. Nasdaq juga telah naik lebih dari 20%. Terlebih lagi, Desember sering menjadi salah satu bulan terbaik dalam setahun untuk saham. Konsumen berbelanja untuk liburan, dan bisnis menghabiskan sisa anggaran perusahaan tahunan mereka.

“Ini biasanya merupakan waktu yang tepat untuk pasar, tetapi varian ini telah melempar bola kurva dan segalanya berubah sekarang,” kata Jimmy Chang, kepala investasi Rockefeller Global Family Office.

Tags: BisnisEkonomiGlobal

Berita Lainnya

Belanja Negara di Sumbar hingga September 2026 Capai 74,35 Persen

Rabu, 28 Okt 2026 | 17:35 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Barat, Kukuh Sumardono Basuki

Realisasi Transfer ke Daerah di Sumbar Capai Rp17,1 Triliun

Rabu, 28 Okt 2026 | 07:28 WIB
Ilustrasi

Weltrade Review: Menilai Transparansi, Kondisi Trading, dan Keandalan

Jumat, 16 Okt 2026 | 16:28 WIB

Memilih Laptop Kini Menjadi Investasi Jangka Panjang, Axioo Lengkapi dengan Perlindungan Axioo ADP XTRA hingga 3 Tahun

Rabu, 7 Okt 2026 | 11:28 WIB
Selanjutnya
WhatsApp

WhatsApp Uji Lagi Fitur Baru Bernama Reactions

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara