Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:17 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Panggung Malin, Pagi yang Bening: Dua Malam Penuh Rasa di Parade Teater Sumbar 2025

Andika
Senin, 11 Agu 2025 | 20:10 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF –– Lampu panggung meredup, tampak sosok aktor yang berdiri di tengah ruang. Suara lirihnya memecah keheningan, “Sejauh apa pun kau merantau tanah ini akan selalu memanggilmu…” Kalimat itu menggema, menjadi sari kisah Malin Kundang versi Komunitas Payung Sumatera pada malam pertama Parade Teater Sumbar 2025, Jumat (8/8).

Diarahkan oleh Fabio Yuda—yang juga turut bermain bersama Venny Rosalina, Ditta Putri, Selvi Rahmadani, Yunita Dwijaya, dan Sania Lopela—The Malin Kundang’s Rhetoric bukan sekadar kisah anak durhaka. Di tangan mereka, legenda ini direkonstruksi menjadi cerita yang lebih personal dan penuh perenungan, tentang ikatan tanah kelahiran dan takdir yang tak bisa dihindari. Gerak tubuh yang ritmis, dialog yang disampaikan dengan emosi terjaga, serta musik latar yang penuh dinamika membuat penonton larut dalam perjalanan batin sang tokoh.

The Malin Kundang Rhetoric mengajukan pertanyaan fundamental: Kepada siapa loyalitas sejati harus diberikan? Kepada institusi keluarga yang melukai, ataukah kepada diri sendiri yang berhak mendapat keselamatan? Malin memilih loyalitas pada kesehatan mentalnya sendiri. Dia menolak menjadi generasi yang melanggengkan trauma, dan dalam penolakan itu, dia menciptakan ruang bagi generasi baru untuk mendefinisikan ulang makna cinta, keluarga, dan kehormatan.

Baca Juga

Ini Juara Lomba Mewarnai dan Menggambar Saba Fest 3

Jumat, 7 Agu 2026 | 10:26 WIB

Saba Fest 3 Jadi Ruang Anak-anak Lestarikan Seni Tradisi Minangkabau

Kamis, 6 Agu 2026 | 10:22 WIB

Malam berikutnya, Sabtu (9/8), giliran KSST Noktah yang mengambil alih panggung. Pagi Bening, karya Serafin-Joaquin Alvares Quintaro yang disutradarai Syuhendri, menyapa penonton dengan premis yang tajam: yang abadi dalam cinta hanyalah kenangan—dan penolakan yang lugas, “Faktanya adalah… Bullshit.” Dialog penuh ironi itu menjadi pintu masuk pada kisah yang getir, namun dibawakan dengan kehangatan oleh Yuli Astuti Khandra, Yuni Mulia Helmi, Salman, dan Reza Acong.

Di tangan KSST Noktah, Pagi Bening menjadi perbincangan lirih di antara penonton usai pertunjukan. Ada yang tertawa kecil mengingat adegan-adegan sarkastik, ada pula yang terdiam lama, seperti memikirkan kembali fragmen cintanya sendiri.

Parade Teater Sumbar 2025, yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Sumatera Barat pada 8, 9, 15, dan 16 Agustus ini, menjadi ruang di mana kekayaan seni teater lokal menemukan panggung terbaiknya.

Kepala Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menegaskan bahwa empat kelompok terpilih—Payung Sumatera, KSST Noktah, Komunitas Hitam Putih, dan Studio Sangka Duo—diharapkan memberi gambaran utuh tentang dinamika teater Sumbar hari ini.

Parade Teater ini menjadi ajang pengantar sebelum diselengarakannya Festival Teater Sumatera Barat Alek Teater 9 pada bulan September 2025 yang akan menamapilkan 12 kelompok hasil kurasi, yakni Komunitas Seni Budaya Ranah Sijunjung, Teater Asa, Komunitas Cermin, KS-Kuliek, Teater Langkah, Komunitas Teater Binggo, Teater Balai, Komunitas Teater Aksara, UKS Universitas Baiturrahmah, UKS Universitas Andalas, Teater OASE (UK-Kes) UNP, Komunitas Seni Gaung Ganto.

Lebih dari sekadar hiburan, dua malam pertama parade ini mengingatkan bahwa teater adalah soal rasa: rindu yang pulang, cinta yang ditinggalkan, dan penonton yang diajak untuk merasakannya bersama.
Tags: Taman Budaya SumbarTeater

Berita Lainnya

Ini Juara Lomba Mewarnai dan Menggambar Saba Fest 3

Jumat, 7 Agu 2026 | 10:26 WIB

Saba Fest 3 Jadi Ruang Anak-anak Lestarikan Seni Tradisi Minangkabau

Kamis, 6 Agu 2026 | 10:22 WIB
Saba Fest 2026 di Taman Budaya Sumbar resmi digelar, Rabu (5/8/2026)

SABA Fest 2026 Hadir Lebih Meriah, Taman Budaya Sumbar Angkat Bakat Anak dan Disabilitas

Rabu, 5 Agu 2026 | 17:03 WIB

Wadah Ekspresi Anak Muda, Panggung Apresiasi Seni Taman Budaya Sumbar Resmi Dibuka

Minggu, 19 Jul 2026 | 16:21 WIB
Selanjutnya

Prestasi! Pendapatan Perumda Tirta Langkisau Pessel Mei 2025 Tembus Rp 2 Miliar

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara