Rabu, 09 Sep 2026 - 16:41 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Paksakan Proses Pembebasan Lahan Di Wadas, Sultan Yakin Pemerintah Tak Berniat Langkahi UU

pengukuran lahan Desa Wadas ke depan akan dilakukan dengan pendampingan pengamanan yang terukur melalui pendekatan persuasif dan dialogis.

Andika
Jumat, 11 Feb 2022 | 15:22 WIB
Filep Wamafma.

Filep Wamafma.

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin menyikapi sikap pemerintah yang hendak melanjutkan proses pengukuran lahan yang akan diperuntukkan sebagai area galian C di desa Wadas, Purworejo.

Menurutnya, pembebasan lahan yang ditolak oleh sebagian masyarakat pemilik tanah di desa Wadas lebih merupakan tanggungjawab dan domain Gubernur Jawa Tengah sebagai kepala daerah. Pemerintah melalui kementerian PUPR hanya berperan sebagai pelaksana Proyek.

“Itu yang kami pahami dari UU nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Namun Kami sangat yakin pemerintah sebagaimana yang disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfudz MD tidak sedang berniat melangkahi ketentuan dan mekanisme pembebasan lahan yang diatur dalam undang-undang tersebut,” ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Jum’at (11/02).

Selanjutnya, Mantan wakil gubernur Bengkulu itu mendorong agar Gubernur Jawa Tengah terus melakukan pendekatan persuasif secara intensif hingga semua masyarakat pemilik lahan menyatakan kesediaannya tanahnya dijual secara sukarela kepada pemerintah. Kekerasan dan pendekatan intimidatif tidak akan menyelesaikan masalah.

“Kami juga menyarankan agar masyarakat yang diadvokasi LBH menempuh jalur hukum ke PTUN hingga ke tingkat kasasi atau Mahkamah Agung untuk mendapatkan keadilan hukum,” tegas Sultan.

Yang ingin kami sampaikan adalah bahwa, proses pembebasan lahan yang bertujuan untuk pembangunan infrastruktur strategis nasional di daerah ini tetap berjalan dalam koridor hukum sesuai asas-asas pembebasan lahan yang digariskan oleh UU.

“Kami percaya masyarakat setempat akan kooperatif dan bersedia mendukung agenda pembangunan pemerintah jika negoisasi pembebasan lahan tidak dilakukan dengan pendekatan hukum yang cenderung provokatif,” tutupnya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memastikan, pengukuran Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terus berlanjut.

Baca Juga

Pemprov Sumbar Dorong Penyelesaian Konflik Lahan Lewat RDP DPD RI

Sabtu, 11 Apr 2026 | 09:39 WIB

BAP DPD RI Dorong Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Kehutanan untuk Atasi Konflik Tenurial dan Mitigasi Bencana Ekologis

Kamis, 15 Jan 2026 | 15:09 WIB

Lahan di Desa Wadas akan dijadikan sebagai tambang batuan endesit untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener.

Menurutnya, pengukuran lahan Desa Wadas ke depan akan dilakukan dengan pendampingan pengamanan yang terukur melalui pendekatan persuasif dan dialogis. (*)

Tags: Dpd Ri

Berita Lainnya

Pemprov Sumbar Dorong Penyelesaian Konflik Lahan Lewat RDP DPD RI

Sabtu, 11 Apr 2026 | 09:39 WIB

BAP DPD RI Dorong Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Kehutanan untuk Atasi Konflik Tenurial dan Mitigasi Bencana Ekologis

Kamis, 15 Jan 2026 | 15:09 WIB

Irman Gusman: Masa Transisi Pascabencana Jadi Penentu Keberhasilan Rehabโ€“Rekon Sumbar

Kamis, 8 Jan 2026 | 17:38 WIB

DPD RI Canangkan Program Pangan Nasional, Bengkulu Jadi Titik Awal

Rabu, 17 Sep 2025 | 11:34 WIB
Selanjutnya

Tim Riset Desa LP2M UNP Kembangkan Model Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas di Nagari Koto Sani

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • ๐ŸŒŽ KlikPositif
  • ๐ŸŒŽ KataSumbar
  • ๐ŸŒŽ Classy FM
  • ๐ŸŒŽ Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

ยฉ 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara