Sabtu, 07 Nov 2026 - 14:18 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Overwhelmed: Bencana Menghantam, Informasi Menyesakkan

Penulis: Annisa Mardhatilla. M Mahasiswa Ilmu Komunikasi / Universitas Andalas

Fitria Marlina
Rabu, 17 Des 2025 | 15:10 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Sumatera masih berduka, bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara masih menyisakan luka yang mendalam. Ditengah kondisi ini, yang melelahkan bukan hanya tentang bencana yang terjadi tetapi arus informasi yang datang silih berganti, berputar lebih cepat daripada kemampuan kita sebagai manusia dalam mengkomsumsinya. Masyarakat tidak lagi marah tetapi dibuat lelah, bahkan hanya dengan membaca judul berita sudah cukup membuat sebagian dari masyarakat merasa β€œoverwhelmed”.

Dalam psikologi komunikasi, terdapat istilah β€œUncertainty Reduction Theory” yang pertama kali dikemukakan oleh Charles Berger dan Richard Calabrese pada 1975. Dalam buku berjudul β€œEngaging Theories in Interpersonal Communication : Multiple Perspectives” karya Leslie A. Baxter, Dawn O. Braithwaite menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk mencari informasi sebagai upaya mengurangi ketidakpastian, termasuk dalam situasi bencana. Kita membaca informasi yang disuguhkan media karena ingin mengetahui tentang situasi terkini untuk membantu kita merasa aman, tapi setelah membaca kita tidak hanya fokus pada satu informasi saja,bukan? muncul berita lainnya di luar konteks yang berkaitan, mulai dari respon pemerintah ditengah bencana, klarifikasi otoritas yang berubah-ubah, narasi yang tidak jarang minim empati, dan berita lainnya yang semakin memperkuat lingkaran itu. Hal tersebut merupakan jebakan psikologis, kondisi yang memicu kewaspadaan membuat kita terus mencari informasi, tapi informasi baru malahan menambah beban mental setelah membacanya, tujuan awal β€œsearching” karena ingin mengetahui kondisi terbaru, namun setelah membaca berubah menjadi kelelahan. Inilah sebuah fenomena yang disebut β€œdoomscrolling” dimana semakin kita mencari, semakin kita terseret.

Baca Juga

Dok. Tim Satgas PRR

Huntap di Agam Target Rampung Desember, Lahan Digunakan Ideal untuk Pemukiman Warga

Senin, 26 Okt 2026 | 20:42 WIB

Kepedulian yang Tak Terputus, YBM PLN Terus Hadir untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 22 Okt 2026 | 08:32 WIB

Doomscrolling menjadi lingkaran yang mengurung pembaca didalamnya, meski berita yang disajikan negatif sekalipun. Alhasil masyarakat terus menerus membaca informasi yang sama, hanya berbeda format dan pihak yang memproduksi informasinya baik itu di media massa, media sosial, dan lain sebagainya. Hal inilah yang kemudian memicu terjadinya β€œoverwhelmed” pada masyarakat, mereka merasa kewalahan, terlalu banyak beban dan penuh secara emosi dikarenakan otak memiliki keterbatasan dalam mengelola pesan terlebih dalam kondisi bencana seperti sekarang ini.

Dari aspek psikologi, ketika masyarakat mengalami overwhelmed maka dampak yang mungkin terjadi dapat meluas ke berbagai hal yaitu :
1. Apatis terhadap informasi penting, ketika masyarakat sudah overwhelmed terhadap informasi, masyarakat akan menjadi gagap dalam membedakan antara berita penting dan tidak penting.
2. Sinisme terhadap pemerintah, banyaknya berita yang tidak sesuai mengalihkan fokus publik yang semula β€œapa tindakan yang mesti dilakukan ketika terjadi bencana” berubah menjadi β€œkenapa pemerintah seperti ini?”.
3. Panic sharing di aplikasi berbagi pesan seperti WhatsApp, tidak adanya kepastian mendorong orang untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi sekalipun, hanya agar dapat “berkontribusi”. Ini berpotensi penyebaran berita hoax yang akan semakin memicu kepanikan pada masyarakat itu sendiri.
4. Menurunnya kepercayaan publik, tindakan yang tidak terkoordinasi dapat menghilangkan kepercayaan publik, sekalipun ketika kedepannya yang disampaikan adalah informasi yang benar.

Ditengah luka yang belum sembuh ini, setiap pihak diharapkan bertindak dengan bijak dan tidak melahirkan trauma kedua (secondary trauma) bagi masyarakat yang sudah kebingungan dan kelelahan dengan kondisi yang terjadi. Bagi masyarakat, berikut ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi overwhelmed supaya tetap sehat secara psikologis dalam mengonsumsi berita : Pertama bertindak selektif dalam mengkomsumsi informasi dengan memilih sumber berita yang akurat. Kedua, memberi batas pada sesuatu yang belum jelas dan sadari bahwa tidak semua isu publik harus diikuti setiap harinya. Ketiga, melakukan β€œmedia diet” yaitu memberikan waktu selama 10 sampai 20 menit setiap harinya untuk mengakses berita, apabila merasa jenuh maka berhenti segera. Hal tersebut dapat membantu mengurangi overwhelmed ini.

Tags: Bencana

Berita Lainnya

Dok. Tim Satgas PRR

Huntap di Agam Target Rampung Desember, Lahan Digunakan Ideal untuk Pemukiman Warga

Senin, 26 Okt 2026 | 20:42 WIB

Kepedulian yang Tak Terputus, YBM PLN Terus Hadir untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 22 Okt 2026 | 08:32 WIB

Pasca Tanggap Darurat, Bupati Solok Serahkan Dokumen R3P ke BNPB

Jumat, 16 Okt 2026 | 09:41 WIB

Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok

Senin, 12 Okt 2026 | 12:53 WIB
Selanjutnya

Kopi Menjadi Senjata Mempertahankan Hutan dan Cegah Bencana

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara