Minggu, 26 Jul 2026 - 09:37 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Nestle Tolak Tutup Bisnis di Rusia, Ukraina Sebut Bos Nestle Tak Paham Kondisi

Ramadhani
Jumat, 18 Mar 2022 | 14:01 WIB
Nestle

Nestle

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Perdana Menteri Ukraina mengatakan CEO Nestle gagal paham tentang kondisi ini. Pernyataan ini muncul setelah perusahaan Swiss itu menolak menutup bisnisnya di Rusia.

Perdana Menteri Denys Shmyhal dalam cuitannya di Twitter mengatakan bahwa dia berbicara dengan Bos Nestle Mark Schneider. Mereka membahas tentang operasi lanjutan Nestle di Rusia. Namun “Sayangnya, dia tidak menunjukkan pengertian,” tulis Shmyhal.

Baca Juga

Harga Pertamax di Wilayah Sumatera Barat per hari ini, Rabu, 10 Juni 2026 menjadi Rp17.000, -/ liter. (Foto: Kiki Julnasri/KLIKPOSITIF.com)

Inflasi Sumbar Juni 2026 Melandai, Akumulatif Semester I Tetap di Bawah 1 Persen

Selasa, 7 Jul 2026 | 17:49 WIB
Farisya bersama nasabahnya yang merupakan perempuan tulang punggung keluarga

Didukung Jaringan Terluas, Masyarakat Akar Rumput Nikmati Program KUR BRI

Jumat, 26 Jun 2026 | 20:26 WIB

“Membayar pajak untuk negara teroris berarti membunuh anak-anak dan ibu yang tak berdaya,” cuit Shmyhal. Dan dia juga berharap Nestle akan segera berubah pikiran.

Rusia telah terkena sejumlah sanksi, yang bertujuan melumpuhkan ekonominya. Sanksi ini merupakan tanggapan atas invasinya ke Ukraina. Sejumlah besar perusahaan, banyak dari Barat, telah menangguhkan bisnis mereka di Rusia.

Dan tekanan terus meningkat kepada perusahaan-perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama. Nestle menghentikan pengiriman barang-barang yang tidak penting seperti kopi dan air mineral ke Rusia. Tetapi mereka masih menyediakan kebutuhan pokok seperti makanan hewan peliharaan dan bayi.

“Kami menganggap percakapan dengan otoritas pemerintah bersifat pribadi. Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk mengirimkan makanan ke Ukraina. Dan juga untuk para pengungsi Ukraina di banyak negara,” ujar juru bicara perusahaan itu.

Nestle di Rusia

Nestle memperoleh pendapatan $1,8 miliar atau sekitar Rp 25 triliun tahun lalu dari Rusia. Mereka memiliki enam pabrik dan lebih dari 7.000 karyawan. Semua itu menyumbang sekitar 2% dari total pendapatan perusahaan pada tahun 2021.

Pada 3 Maret, perusahaan itu melanjutkan beberapa operasi di Ukraina untuk mendukung pengiriman pasokan makanan dan minuman penting, setelah menutupnya ketika Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Perusahaan yang tetap di Rusia, seperti produsen yogurt Danone, berpendapat bahwa mereka menyediakan produk yang dibutuhkan Rusia untuk bertahan hidup, Bloomberg melaporkan. Perusahaan juga menghadapi ancaman penyitaan aset jika mereka meninggalkan negara itu.

Tags: BisnisEkonomiEropaInternasionalNestlePerangrusiaSanksiUkraina

Berita Lainnya

Harga Pertamax di Wilayah Sumatera Barat per hari ini, Rabu, 10 Juni 2026 menjadi Rp17.000, -/ liter. (Foto: Kiki Julnasri/KLIKPOSITIF.com)

Inflasi Sumbar Juni 2026 Melandai, Akumulatif Semester I Tetap di Bawah 1 Persen

Selasa, 7 Jul 2026 | 17:49 WIB
Farisya bersama nasabahnya yang merupakan perempuan tulang punggung keluarga

Didukung Jaringan Terluas, Masyarakat Akar Rumput Nikmati Program KUR BRI

Jumat, 26 Jun 2026 | 20:26 WIB

Kuliner Minang Mendunia, Menteri Ekraf Resmikan Restoran Sederhana di Singapura

Selasa, 16 Jun 2026 | 10:37 WIB

Ini Kelompok Paling Terdampak Kenaikan BBM di Sumbar

Rabu, 10 Jun 2026 | 17:54 WIB
Selanjutnya

Honda Hayati Pekuat #CaRi_aMaN di seluruh Jaringan di Sumatera Barat

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara