KLIKPOSITIF- Pemerintah Kota Padang mulai menguji coba pemanfaatan Terminal Anak Air sebagai lokasi naik dan turun penumpang bus antarkota dalam provinsi (AKDP), Senin (2/11/2026). Bersamaan dengan itu, penertiban terminal bayangan dan angkutan ilegal akan semakin digencarkan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Yudi Indra Syani, mengatakan uji coba tersebut berlangsung selama satu bulan. Selama masa uji coba, seluruh bus AKDP diarahkan masuk ke Terminal Anak Air untuk menaikkan dan menurunkan penumpang pada pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.
“Dimulai tanggal 2 November, untuk masa uji coba ini kita berlakukan jam masuk dari pukul 08.00 sampai 18.00 WIB. Karena kita masih uji coba, kalau ada kekurangan akan kita lengkapi semuanya,” ungkap Yudi kepada wartawan, Sabtu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, penerapan kebijakan tersebut merupakan hasil komunikasi antara pemerintah daerah dan para pengusaha angkutan AKDP. Sebelumnya, sejumlah bus masih kerap menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal bayangan, seperti di depan Universitas Negeri Padang (UNP) dan kawasan depan Terminal Tabing.
Menurut Yudi, para pengusaha angkutan menyambut baik kebijakan tersebut. Pemko Padang juga telah melengkapi fasilitas terminal dan menyiapkan loket secara gratis selama enam bulan untuk mendukung aktivitas operasional para pengusaha.
Namun, para pengusaha meminta adanya jaminan penertiban angkutan ilegal yang berpotensi mengambil penumpang ketika bus AKDP mulai diarahkan masuk ke terminal resmi.
Menanggapi hal itu, Dishub Padang bersama pemangku kepentingan terkait akan mendirikan posko terpadu di sejumlah titik, termasuk kawasan UNP dan Simpang Tabing. Patroli juga akan digencarkan untuk menertibkan angkutan liar yang beroperasi di luar kawasan terminal.
Yudi menegaskan, penertiban tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian agar kebijakan pemanfaatan Terminal Anak Air berjalan efektif dan pengusaha angkutan tidak dirugikan oleh keberadaan pesaing ilegal.
“Kita memang menjaga sekali untuk hal ini, sehingga kita pastikan tidak ada pesaing ilegal dan semua bus masuk ke terminal. Karena kuncinya ada di sana, bus AKDP ini akan mau masuk terminal jika mereka kesulitan mendapatkan penumpang. Jangan sampai penumpang mereka beralih, dan ini komitmen kami,” ujarnya.














