Sabtu, 07 Nov 2026 - 15:21 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Minim Anggaran, Pemkab Pessel Akui Butuh Penyelarasan Program Pertanian dengan Provinsi

Kita mencoba berusaha menyelaraskan dengan provinsi dengan keterbatasan anggaran yang ada

redaksi
Kamis, 27 Jan 2022 | 12:13 WIB
.

. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

PESSEL, KLIKPOSITIF– Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mengaku, butuh penyelarasan program dengan provinsi karena keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pessel, Madrianto mengatakan, hal itu seiring dengan ketersedian anggaran yang ada di Dinas Pertanian dan Peternakan.

“Kita mencoba berusaha menyelaraskan dengan provinsi dengan keterbatasan anggaran yang ada,” terangnya pada KLIKPOSITIF.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Pesisir Selatan alokasi anggaran sektor pertanian hanya Rp45 miliar atau sekitar 3 persen dari total APBD tahun ini yang sebesar Rp1,6 triliun.

HKTI Pessel Kritik Pemda

Sebelumnya, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat menilai minimnya anggaran adalah bentuk rendahnya kepedulian pemerintah daerah setempat pada sektor pertanian.

Ketua HKTI Pesisir Selatan Eri Nofriadi mengatakan, bentuk tidak keberpihakkan itu terlihat dari minimnya porsi anggaran pada sektor pertanian, merupakan tulang punggung perekonomian daerah.

“Dari situ orang dapat menilai berpihak atau tidaknya pada peningkatan kesejahteraan petani,” ungkapnya di Painan.

Sesuai ketentuan porsi anggaran pertanian dalam APBD minimal 10 persen, mengingat ia salah satu urusan wajib. Apalagi di Pesisir Selatan tercatat penyumbang paling besar pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya.

Sektor pertanian hingga kini tidak hanya tercatat sebagai penyumbang terbesar pada pertumbuhan ekonomi di Pessel, tapi sekaligus penyerap tenaga kerja paling banyak, yakni lebih dari 40 persen dari total angkatan kerja.

Ia melanjutkan besaran yang dialokasikan itu tidak sesuai dengan potensi pertanian di Pesisir Selatan. “Jadi, mustahil anggaran mampu mendongkrak sektor pertanian, apalagi untuk kesejahteraan petani,” ulasnya.

Selain penyumbang terbesar pertumbuhan, menurutnya sektor pertanian berkaitan erat program pengentasan kemiskinan. Betapa tidak, sebagian besar masyarakat miskin adalah keluarga petani.

Mereka adalah kelompok masyarakat yang rentan terhadap gejolak perekonomian, apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, sehingga butuh stimulan dan perlindungan dari pemerintah.

Dinas Pertanian memiliki tugas berat

Baca Juga

Pegadaian Gandeng FORTEGIF Kembangkan Pertanian Organik di Padang Lewat Program TGIF

Kamis, 29 Okt 2026 | 17:45 WIB

Dari Sampah Menjadi Pupuk, Petani Payakumbuh Perkuat Pertanian Berkelanjutan

Rabu, 28 Okt 2026 | 16:36 WIB

Terkait hal itu, Madrianto mengaku bakal menjelaskan, kondisi ini pada kepala daerah. Sebab, pihaknya mengakui, di tengah keterbatasan itu Dinas Pertanian memiliki tugas berat dalam mengejar target program, terutama produksi padi.

“Tapi, kita tetap yakin optimis bisa dicapai. Sepanjang ada kemauan kuat dari kawan-kawan pertanian,” ujarnya. Target produksi tahun 2022 naik dari 181 ribu ton menjadi 188 ribu ton. Padahal 2021 hanya tercapai 144 ribu ton.

Tags: daerahEkonomiPertanianPessel

Berita Lainnya

Pegadaian Gandeng FORTEGIF Kembangkan Pertanian Organik di Padang Lewat Program TGIF

Kamis, 29 Okt 2026 | 17:45 WIB

Dari Sampah Menjadi Pupuk, Petani Payakumbuh Perkuat Pertanian Berkelanjutan

Rabu, 28 Okt 2026 | 16:36 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Barat, Kukuh Sumardono Basuki

Realisasi Transfer ke Daerah di Sumbar Capai Rp17,1 Triliun

Rabu, 28 Okt 2026 | 07:28 WIB

Fakultas Pertanian Unand Dorong Petani Gunakan Bakteri Endofit Untuk Padi Sehat

Senin, 26 Okt 2026 | 12:02 WIB
Selanjutnya
.

PNBP Sektor Migas Lampau Target

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara