Mantan Rektor UNP Ganefri Viral Saat Salah Baca Ahlul Halli wal Aqdi di Muktamar NU
Viral Ganefri Salah Baca Ahlul Halli wal Aqdi Saat Pimpin Pleno Muktamar NU ke-35
KATASUMBAR- Mantan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, yang juga Ketua PWNU Sumatera Barat, menjadi sorotan setelah video dirinya memimpin sidang pleno Muktamar NU ke-35 viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1 menit 59 detik yang beredar di media sosial, Ganefri terlihat beberapa kali keliru saat membacakan istilah Ahlul Halli wal Aqdi.
Peristiwa tersebut terjadi saat Muktamar NU ke-35 yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Video tersebut salah satunya beredar melalui unggahan akun Facebook Padang Berita.
Dalam video, Ganefri membacakan poin terkait pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi dan Rais Aam.
Namun, istilah Ahlul Halli wal Aqdi terdengar dibaca menjadi Ahlul Halli wal Ahdi. Kesalahan tersebut kemudian mendapat respons dari peserta sidang pleno.
Setelah diingatkan, Ganefri kembali mengulangi penyebutan yang sama. Perbedaan pelafalan terdengar pada bagian akhir kata, yakni bunyi “q” pada Aqdi terdengar menjadi “h”, sehingga berubah menjadi Ahdi.
Setelah beberapa kali dikoreksi, Ganefri kemudian diminta membacakan singkatannya saja, yakni AHWA.
AHWA merupakan singkatan dari Ahlul Halli wal Aqdi, istilah yang lazim digunakan dalam pelaksanaan Muktamar NU maupun konferensi di tingkat wilayah, cabang, MWC hingga ranting.
Mengutip laman NU Online, Ahlul Halli wal Aqdi merupakan institusi khusus yang berisi ulama terpercaya dan memiliki fungsi penting dalam tata kelola organisasi NU, termasuk memilih Rais Syuriyah.
Secara bahasa, Ahlul Halli wal Aqdi berarti orang-orang yang memiliki kewenangan untuk melepaskan dan mengikat.
Disebut “mengikat” karena keputusan AHWA mengikat pihak yang mengangkatnya. Sementara “melepaskan” merujuk pada kewenangan untuk tidak memilih atau melepaskan pilihan terhadap orang-orang tertentu yang tidak disepakati.
Tradisi AHWA juga memiliki akar sejarah dalam praktik para sahabat Nabi. Salah satunya dicontohkan Umar bin Khattab ketika menjelang wafat dengan memilih sejumlah orang terpercaya untuk bermusyawarah menentukan penggantinya.
Dalam proses tersebut, mereka bermusyawarah hingga akhirnya memilih Utsman bin Affan sebagai khalifah pengganti Umar bin Khattab.
Sementara itu, kata Aqdi dan Ahdi memiliki makna berbeda dalam bahasa Arab.
Aqdi berasal dari kata Arab ‘aqada yang bermakna mengikat atau membuat akad. Dalam frasa Ahlul Halli wal Aqdi, kata tersebut berkaitan dengan makna ikatan, perjanjian, atau keputusan.
Sedangkan Ahdi berasal dari kata ‘ahd yang berarti janji, ikatan, atau perjanjian. Dengan demikian, perubahan bunyi dari Aqdi menjadi Ahdi bukan sekadar perbedaan pelafalan, tetapi menghasilkan kata yang berbeda.
Video Ganefri yang beberapa kali mengulang penyebutan istilah tersebut kemudian menjadi perhatian dan beredar luas di media sosial.




