PADANG, KLIKPOSITIF — Pembinaan sepak bola sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing. Melalui kompetisi yang sehat, anak-anak tidak hanya mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, sportivitas, kerja sama, dan tanggung jawab.
Semangat tersebut tercermin dalam Turnamen Sepak Bola Pemuda Muhammadiyah Cup Kelompok Usia 10 Tahun (KU-10) yang resmi ditutup Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Lapangan Mini Soccer Top Scorer Arena, Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (8/11/2026).
Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 November 2026 itu, diikuti sebanyak 18 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai wilayah di Kota Padang. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pemain cilik untuk menunjukkan kemampuan, mengasah keterampilan, sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Padang yang secara konsisten menghadirkan kegiatan positif melalui kompetisi sepak bola kelompok usia dini.
Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah Cup tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan kemenangan dan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen tersebut memiliki nilai penting dalam membangun karakter anak-anak melalui aktivitas olahraga yang terarah dan berkelanjutan.
“Pemuda Muhammadiyah Cup ini patut diapresiasi karena bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, menanamkan sportivitas, dan memperkuat kebersamaan di kalangan peserta. Kami berharap kegiatan positif ini terus berlanjut,” ujarnya.
Maigus menegaskan, Pemerintah Kota Padang memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga usia dini sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang unggul dan berprestasi.
Dukungan tersebut sejalan dengan semangat program Padang Balomba yang menjadi aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Melalui program tersebut, pemerintah kota mendorong tumbuhnya ruang-ruang kompetisi dan pembinaan bagi anak-anak serta generasi muda agar memiliki kesempatan mengembangkan potensi sesuai bakat masing-masing.
Ia berharap, semakin banyak kompetisi sepak bola usia dini yang digelar secara berkesinambungan sehingga anak-anak di Kota Padang memiliki ruang untuk mengukur kemampuan, meningkatkan kualitas permainan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Namun, Maigus mengingatkan bahwa prestasi olahraga tidak boleh membuat anak-anak mengesampingkan pendidikan. Menurutnya, olahraga dan pendidikan harus berjalan beriringan karena keduanya merupakan modal penting dalam membangun masa depan generasi muda.
“Mari jadikan olahraga sebagai wadah meraih prestasi sekaligus pemicu semangat belajar. Tidak ada yang tahu masa depan, melalui olahraga kalian bisa meraih cita-cita, bahkan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan maupun berkarier hingga ke luar negeri,” katanya di hadapan para peserta dan undangan.
Selain menyoroti pentingnya pembinaan melalui SSB, Maigus juga mengingatkan peran keluarga, terutama orang tua, dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Ia menilai, keberhasilan pembinaan atlet usia dini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pelatih dalam mengembangkan keterampilan teknis dan fisik pemain. Perhatian, kasih sayang, pengawasan, serta keteladanan orang tua juga menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian anak.
Karena itu, orang tua diharapkan memberikan dukungan terhadap minat dan bakat anak tanpa mengabaikan pembentukan akhlak, pendidikan, serta nilai-nilai keagamaan.
“SSB berperan penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh sekaligus mencegah perilaku menyimpang dari nilai-nilai penghormatan kepada orang tua. Saya berharap pembinaan sepak bola usia dini dapat melahirkan atlet berprestasi yang tetap mengutamakan pendidikan, kepribadian, dan nilai-nilai keagamaan,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang sekaligus Owner Top Scorer Arena, Manufer Putra Firdaus, turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan turnamen tersebut.
Ia menyampaikan penghargaan kepada panitia pelaksana, para pelatih, orang tua, serta seluruh tim SSB yang telah berpartisipasi dengan menunjukkan semangat kebersamaan dan menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
Menurut Manufer, turnamen seperti Pemuda Muhammadiyah Cup perlu terus mendapatkan dukungan karena menjadi salah satu sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi pesepak bola muda di Kota Padang.
Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan turnamen tersebut agar dapat menjadi agenda tahunan. Dengan demikian, semakin banyak anak-anak yang memperoleh kesempatan mengikuti kompetisi dan meningkatkan pengalaman bertanding.
Manufer berharap, dari kompetisi tersebut akan lahir bibit-bibit pesepak bola potensial yang nantinya mampu berkembang menjadi atlet profesional dan membawa nama baik Kota Padang, bahkan Sumatera Barat, di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, Ketua PDPM Kota Padang, Sintaro Abe, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pemuda Muhammadiyah Cup merupakan salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam mendukung pembinaan generasi muda, khususnya melalui bidang olahraga.
Menurutnya, kompetisi sepak bola usia dini menjadi ruang positif untuk mengarahkan energi dan potensi anak-anak ke dalam kegiatan yang produktif. Selain mengembangkan kemampuan olahraga, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah.
Ia menambahkan, pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan. Hal itu sejalan dengan semangat Progul Padang Juara yang mendorong lahirnya generasi Kota Padang yang berkualitas.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang serta Anggota DPRD Kota Padang, Bapak Manufer Putra Firdaus, yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini. Semoga ajang ini terus berlanjut setiap tahun sebagai wadah pembinaan dan peningkatan prestasi anak-anak,” ungkap Sintaro.
Penutupan Pemuda Muhammadiyah Cup KU-10 tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Padang sekaligus Ketua DPD KNPI Kota Padang, Argi Putra Finalo, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Eka Putra Buhari, serta Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah, legislatif, organisasi kepemudaan, dan pengelola fasilitas olahraga itu menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan sepak bola usia dini di Kota Padang.
Melalui penyelenggaraan turnamen ini, diharapkan pembinaan sepak bola tidak berhenti pada kompetisi semata, tetapi berlanjut melalui latihan yang terprogram, pendampingan pelatih, dukungan keluarga, serta kesempatan bertanding yang lebih luas.
Dengan demikian, lapangan sepak bola tidak hanya menjadi tempat anak-anak mengejar kemenangan, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun karakter, merawat persaudaraan, dan mempersiapkan generasi muda Kota Padang menuju masa depan yang lebih baik.














