PADANG, KLIKPOSITIF – Ketidakjelasan kapan bergulirnya Liga Indonesia (Liga 1, Liga 2 dan Liga 3) memaksa sejumlah pemain banting stir untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Tidak terkecuali Mukhti Alhaq. Mantan penjaga gawang Semen Padang FC itu menggeluti usaha menjual perlengkapan sepakbola secara online.
Usaha baru itu belum genap setahun digelutinya. Liga yang tidak kunjung jelas kapan dimulai, memaksa Mukhti harus mencari penghasilan tambahan.
“Seluruh orang terdampak pandemi, termasuk pelaku sepakbola. Liga tidak jalan, penghasilan pun nol. Belum lagi kesulitan menjaga kondisi fisik,” kata Mukhti pada KLIKPOSITIF.COM.
Pemain yang juga pernah berseragam Persibat Batang dan Perserang Banten itu berharap otoritas sepakbola dan pemerintah memikirkan nasib pelaku sepakbola. Menurutnya, liga bisa saja berjalan dengan menerapkan prokes ketat dan digelar tanpa penonton.
“Sepakbola adalah hidup kami, hidup kami bergantung di sepakbola. Mudah-mudahan ada solusi dari PSSI ataupun pemerintah,” kata pemain asal Limapuluh Kota kelahiran 4 Maret 1994 itu.
Untuk sementara, Mukhti masih bisa bergantung di usaha yang digelutinya. “Alhamdulillah, sudah mulai banyak yang pesan. Selain dari Sumbar, juga ada yang pesan dari Jambi,” kata pemilik MA Apparel.
Selama liga vakum, Mukhti lebih banyak melakukan latihan mandiri ataupun bermain tarkam untuk sekedar menjaga kebugaran.







