Sabtu, 07 Nov 2026 - 15:22 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

KUR UMKM BRI: Nafas Panjang Perempuan Penggerak Ekonomi Minangkabau

Mereka perempuan tangguh yang saling terhubung untuk tujuan yang sama. Dengan dorongan KUR UMKM BRI mereka menjadi Β roda-roda yang menggerakkan ekonomi kemasyarakatan.

Ramadhani
Selasa, 25 Nov 2025 | 16:37 WIB
Para pedagang di pinggiran Danau Singkarak, Sumatera Barat kini menyandarkan hidup mereka pada sektor wisata

Mantri BRI berdiskusi dengan pedagang di pinggiran Danau Singkarak, Sumatera Barat yang menyandarkan hidup pada sektor wisata

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF – Erni harus kehilangan jari-jari di kakinya. Setelah berbulan-bulan mengabaikan rasa sakit, wanita 47 tahun itu akhirnya tumbang, kakinya tak lagi bisa dibawa melangkah. Dokter Rumah Sakit Umum di Padang Panjang, Sumatra Barat terpaksa mengambil tindakan darurat. Setelah melalui dua kali operasi, kini hanya tersisa jari kelingking di kaki kanan Erni.

Pada awal April 2024 beberapa hari menjelang lebaran, Erni sedang memperbaiki warung miliknya di pinggiran Danau Singkarak. Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM yang diajukannya telah dicairkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Batipuh. Modal usaha itu dia gunakan untuk memperbaiki atap dan dinding warungnya. Sebagian lagi ia belanjakan untuk barang dagangan. Musim lebaran memang waktu yang paling dinanti masyarakat di sekitar danau. Butuh modal besar untuk menghadapi gelombang wisatawan yang terus berdatangan hingga satu bulan setelah hari raya. Bagi Erni dan banyak pedagang lainnya momen lebaran adalah musim β€œpanen” paling dinanti yang datang hanya setahun sekali.

β€œSaat berbenah warung itulah kaki saya tiba-tiba sakit sekali. Tubuh tidak bisa digerakkan,” kata Erni saat ditemui di warungnya di Tanjung Mutiara, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar Sumatera Barat, Senin 3 November 2025.

Baca Juga

Pelaku Usaha Kecil Menengah Kabupaten Solok Dibekali Pelatihan Akses Permodalan

Kamis, 5 Nov 2026 | 18:18 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Barat, Kukuh Sumardono Basuki

Realisasi Transfer ke Daerah di Sumbar Capai Rp17,1 Triliun

Rabu, 28 Okt 2026 | 07:28 WIB

Warga berkerumun di warungnya lalu memutuskan membawa Erni ke rumah sakit di kota terdekat. Setelah tiga puluh menit terhuyung-huyung dalam kendaraan yang melaju kencang, Erni mendapat pertolongan medis. Lebaran tahun itu ia habiskan bolak-balik ke rumah sakit. Menurut dokter terdapat infeksi pada jari kakinya dan sudah tak tertolong lagi.

β€œTanpa jari kaki saya masih bisa jalan. Saya harus terus berjalan,” ujar Erni sambil sesekali mengusapkan ujung jilbab ke sudut matanya yang basah.

Warung Erni terletak dipinggir Danau Singkarak. Dia menyediakan makan, minum dan sejumlah fasilitas wisata, menyewakan pelampung dan tikar untuk masyarakat yang bertamasya bersama keluarga. Sesekali ia mencarikan perahu bagi turis yang ingin berkeliling danau. Akhir pekan adalah hari-hari yang sibuk bagi Erni dan pedagang lain di Tanjung Mutiara, kawasan landai di pinggir Danau Singkarak yang sering disebut pantai. Warung itu satu-satunya sumber penghasilan yang dia miliki. Sebagai perempuan kepala keluarga, dengan hasil warung itulah Erni menghidupi kedua anaknya.

Awalnya Erni menjalankan warung bersama Bahtiar, mendiang suaminya. Tanjung Mutiara merupakan destinasi wisata populer bagi wisatawan lokal. Pasangan itu mendapat suntikan modal KUR UMKM BRI pertama kali pada 2018 untuk mengembangkan usaha mereka. Persyaratan sederhana dan bunga ringan membuat mereka mengajukan pinjaman. Kredit Rp 25 juta bisa mereka lunasi hampir tanpa kendala.

Badai Pandemi Covid-19 yang melanda dunia berdampak sampai ke Tanjung Mutiara. Pemerintah melarang kerumunan dan tempat wisata dipaksa tutup. Kredit usaha Erni pada masa paceklik itu hampir lunas. Dia mengaku terbantu dengan penghapusan bunga dan penundaan pembayaran utang KUR BRI pada masa pandemik tersebut.

Bersama Bahtiar, kenang Erni, masa sulit apapun rasanya bisa dilalui. Saat warung sepi, suaminya bekerja ke ladang. Lereng-lereng di sekitar Singkarak merupakan persawahan subur namun sering dilanda kekeringan. Padi menjadi opsi pertama yang ditanami oleh masyarakat di daerah itu. Hasilnya cukup untuk makan sehari-hari. Namun saat kemarau warga harus menggunakan mesin pompa menyedot air danau hingga berkilo-kilo meter jauhnya agar lahan bisa ditanami.

β€œPutri sulung saya baru masuk Madrasah saat ayahnya berpulang tahun 2021. Saya tidak bisa ke ladang. Tapi kini saya tulang punggung keluarga. Warung inilah satu-satunya penopang kehidupan kami,” kata Erni sambil menunjuk ke warungnya.

Kini Erni telah mengubur dalam-dalam kesedihannya. Seiring berjalan waktu, kakinya telah berangsur pulih. Dia mengajukan KUR UMKM BRI untuk meremajakan warungnya tahun 2024. Dengan riwayat kredit yang sehat, pinjamannya telah disetujui dan dicairkan. Erni mengatakan dengan kondisi ekonomi saat ini begitu sulit mencari pinjaman modal usaha, bahkan kepada saudara sekalipun. Baginya kredit terjangkau BRI saat ini satu-satunya energi untuk menggerakkan ekonomi keluarganya. β€œBismillah kita bangkit,”kata Erni dengan yakin mengatur langkahnya ke depan.

Ikan Bilih, ikan endemik Danau Singkarak yang jumlahnya terus berkurang

β€œIkan Bilih komoditi dagang khas Danau Singkarak itu semakin sulit didapatkan. Lebih dari dua ribu nelayan menyandarkan hidup mereka pada sumber daya danau yang melimpah. Kini hasil danau tak sebanyak dulu, mereka kini bertumpu pada sektor wisata,” kata Farisya, seorang Mantri BRI saat ditemui di kantornya di Batipuh, Jumat siang 7 November.

Farisya merupakan satu dari sedikit perempuan yang bekerja sebagai Mantri di kantor Wilayah Padang Panjang. Mantri pada kultur masyarakat Minangkabau identik sebagai pekerjaan laki-laki, tapi tidak bagi Farisya. Hari-harinya dilewati dengan keluar masuk kampung dan nagari-nagari yang asing. Menerobos pasar-pasar, kebun sawit, tambak dan ladang pertanian di lereng bukit yang terjal. Semua perjalanan itu ditempuhnya mengendarai sepeda motor karena akses jalan begitu terbatas. Pekerjaan yang membuat Farisya bertemu banyak perempuan tangguh seperti Erni.

Secara sederhana Farisya bertugas memberikan layanan perbankan BRI kepada masyarakat di akar rumput yang selama ini jauh dari akses informasi. Dia menyalurkan kredit sekaligus menjadi penagihnya. Tak jarang dia mendapat ancaman saat bekerja. Pengalaman mengajarkan Farisya bagaimana berhitung dengan cermat agar pinjaman modal UMKM bisa digunakan maksimal untuk mendukung usaha masyarakat penerima manfaat, bukan malah menjadi beban utang yang semakin menyulitkan hidup.

β€œPekerjaan ini seperti dua mata pisau. Bagi banyak orang KUR bunga ringan bisa menjadi modal untuk memajukan usaha. Suntikan dana segar untuk modal dagang. Bu Erni salah satu contohnya. Dan saya telah menemui banyak perempuan kepala keluaga seperti Bu Erni. Tapi ada juga anggapan jika KUR adalah jalan pintas untuk uang cepat dan kemudian disalahgunakan. Itulah tugas saya untuk terus mengedukasi dan mendampingi pelaku UMKM ini,” kata Farisya.

Setiap pagi Farisya mengendarai motor matiknya dari Nagari Minang di Batusangkar ke kantornya di Batipuh. Rute 35 menit perjalanan melalui bukit dan lembah Bukit Barisan yang diselubungi kabut itu dia tempuh setelah menyiapkan seluruh keperluan rumah tangga. Memandikan kedua putrinya, menyiapkan pakaian dan sarapan untuk suami dan anaknya. Jika masih sempat, Farisya akan membonceng putrinya hingga gerbang sekolah. Dia percaya perempuan juga bisa berkarir sekaligus menjadi istri dan ibu, tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Setelah menyelesaikan studi ilmu psikologi di kampus negeri di Kota Padang pada 2011, Farisya diterima bekerja di BRI Batusangkar sebagai frontliner pada tahun yang sama. Posisi yang dijalaninya dengan tekun selama tujuh tahun lebih dengan berpindah-pindah kantor. Setelah menikah dan melahiran putri pertamanya, Farisya menjajal peluang menjadi Mantri pada 2018. Pekerjaan yang ditekuninya hingga hari ini.

β€œSudah 14 tahun lebih saya bersama BRI. Dan semua itu saya lewati bukan tanpa kesulitan. Dua kali melahirkan, dua kali pula surat pengunduran diri saya ajukan. Terkadang saat bekerja, saya merasa seperti mengabaikan anak-anak saya. Untungnya saya dikelilingi lingkungan yang memberi dukungan penuh. Baik keluarga di rumah dan juga pimpinan dan rekan kerja di BRI. Mereka percaya pada mimpi dan kapabilitas saya,” kata Farisya.

Selama menjalani pekerjaannya sebagai Mantri Farisya bertemu berbagai lapisan masyarakat. Tahun pertamanya sebagai Mantri, Farisya mendapat target kredit senilai Rp 2,5 miliar. Di akhir tahun ia berhasil menyalurkan hingga Rp 7,5 miliar. Debiturnya sebagaian besar merupakan para petani di lereng Gunung Marapi dan Singgalang, termasuk pedagang kecil dan usaha UMKM.

Pertanian menjadi sektor paling produktif yang menyerap KUR. Tahun 2024 penyaluran KUR BRI di sektor ini mencapai 39,79 persen dari total KUR BRI sebesar Rp 185 triliun dengan debitur penerima manfaat mencapai lebih dari 4 juta pelaku usaha. Sumatera Barat memiliki lahan pertanian dan perkebunan lebih dari 3 juta hektar di mana Β 750 ribu lebih masyarakat adalah petani yang turut merasakan dampak program ini.

β€œSejak tahun pertama menjadi Mantri mayoritas nasabah merupakan petani. Saya biasa survei ke lereng Gunung Marapi dan Singgalang. Lahannya subur, tapi petaninya masih kesulitan secara ekonomi. Rata-rata persoalaan modal, karena yang dimiliki itu hanya lahan yang luas. Tanpa modal yang cukup, banyak lahan tidak tergarap,” tutur Farisya.

Begitulah, Farisya keluar masuk sawah dan hutan, menyusuri danau dan kebun sawit, memberikan informasi tentang kredit usaha untuk masyarakat yang masih mengelola keuangan secara tradisional. Rutinitas yang dia lakukan sambil terus mengedukasi masyarakat tentang dukungan penuh BRI untuk UMKM. Edukasi ini terus diberikan khususnya kepada kaum perempuan sebagai pemilik lahan pertanian di Minangkabau.

Prof. Dr Syafrudin Karimini, akademisi dan pengamat ekonomi Universitas Andalas mengatakan Program pinjaman lunak seperti KUR UMKM BRI layak didorong sebagai pengungkit produktivitas di lapisan ekonomi terbawah. Suku bunga yang rendah dapat mereduksi beban biaya modal. Dia menjelaskan data yang ada menunjukkan KUR UMKM ini memberi dampaknya nyata. Kondisi ini terbukti dengan peningkatan alokasi dukungan KUR UMKM yang diberikan BRI setiap tahunnya. Untuk tahun ini saja, BRI kembali menjadi penyalur KUR terbesar dengan target awal alokasi senilai Rp 175 triliun dari total KUR nasional sebesar Rp 300 triliun.

Dia menambahkan dengan menyasar sektor pertanian dan pengembangan berbagai potensi desa KUR ini diharapkan dapat menyentuh lebih dari 2 juta UMKM baru. Termasuk mereka yang mengembangkan potensi desa wisata dan berbagai usaha pertanian. Menurutnya kucuran modal untuk pertanian berpotensi mengangkat kesejahteraan petani secara signifikan. Apalagi dalam konteks Minangkabau yang menempatkan perempuan sebagai pemegang waris lahan.

β€œKetika perempuan mengendalikan modal kerja, hasil panen, dan jadwal jual, pendapatan rumah tangga naik, ini juga berdampak pada gizi keluarga yang membaik. Hasilnya investasi pendidikan anak menjadi lebih pasti,” kata Prof Syafrudin saat wawancara Selasa, 11 November.

Perempuan di Minangkabau memegang peran yang krusial dalam menopang ekonomi keluarga. Farisya sering menemukan perempuan lah pengambil keputusan final untuk mengajukan kredit usaha sebagai pemegang hak atas lahan. Karena itu, dia terus mengedukasi, melakukan pembinaan dan pendampingan kepada perempuan calon nasabah tentang berbagai manfaat program ini dan berbagai solusi alternatif yang bisa ditempuh jika ada kendala pembayaran.

Pernah suatu kali di daerah Padang Panjang, kata Farisya, nasabah bernama Bu Samiah sudah menunggak kredit beberapa kali. Dia terpaksa bertamu malam hari agar bisa bertemu langsung. Setelah berbicara empat mata, Bu Samiah mengeluarkan sejumlah perhiasan emas untuk membayar angsuran utangnya. Dia tidak ingin namanya masuk daftar nasabah bermasalah.

β€œMalam itu emasnya saya bawa karena saya paham itikad baiknya. Esoknya saya temani Bu Samiah menjual emasnya ke pasar. Ibu-ibu di Minangkabau memang biasanya menyimpan emas sebagai sistem pengaman ekonomi ,” tutur Farisya.

Tidak selamanya pekerjaan Farisya berjalan lancar. Ada kalanya dia bertemu dengan pelaku UMKM yang masih berjuang. Saat melakukan penagihan di Paninjauan, sebuah desa kecil di lereng Gunung Marapi. Nasabahnya belum membayar karena belum ada penjualan bulan itu. Farisya yakin nasabahnya tidak berbohong, saat melihat empat anak di rumah itu sepulang sekolah, makan siang dengan sebutit telur yang dipotong empat. Farisya terpaksa pulang dengan tangan kosong sambil menahan air matanya.

Ladang milik Eli Sumiati di Pandai Sikek, desa sederhana di lereng Gunung Singgalang, terdampak erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Desember 2023. Dia bersama 3,000 petani lain yang tersebar di sejumlah kecamatan terancam mengalami gagal panen akibat ladang yang ditanami padi, jagung dan berbagi sayuran tertutup abu vulkanik dan membusuk.

lahan pertanian di lereng Gunung Singgalang dan Marapi banyak mengalami gagal panen pasca erupsi.

β€œGagal panen adalah mimpi buruk bagi petani seperti kami. Butuh waktu paling cepat tiga bulan, dari waktu tanam hingga panen. Belum lagi bibit, pupuk dan keperluan lainnya. Saya kemudian diberitahu jika ladang pertanian juga bisa mengajukan KUR BRI. Dan itu yang saya lakukan,” tutur Sumiati saat ditemui di Pandai Sikek.

Sumiati mengatakan dia mengajukan pinjaman KUR UMKM dan mengikuti seluruh aturannya. Tidak begitu menunggu, pinjamannya disetujui yang digunakan untuk kebutuhan lahan pertanian. Dia membeli bibit, memesan pupuk dan berbagai keperluan lainnya. Lahan yang tadinya gagal panen bisa ditanami lagi kurang dari satu bulan. Dana pinjamannya masih berlebih, digunakan untuk membiaya anaknya yang sedang berkuliah di ibu kota provinsi.

β€œDulu nenek-nenek kami, jika kesulitan uang terpaksa menjual emas simpanan. Jika emas sudah habis, mereka terpaksa menjual atau menggadai tanah atau sawah. Jika sudah ada uang, baru lah sawah itu ditebus atau dibeli kembali. Jika tidak bisa, satu per satu lahan pertanian itu akan habis atau berpindah tangan kepada orang lain. Untungnya berkat pinjaman KUR ini saya tidak perlu menjual atau menggadai sawah warisan keluarga untuk sekadar menyambung hidup,” kata Sumiati menjelaskan kebiasaan petani di kampungnya.

Erni dan Sumiati merupakan perempuan kepala keluarga yang menjadi tulang punggung penyambung nafas bagi anak-anaknya. Keduanya merupakan sepotong realitas yang mewakili mayoritas kehidupan masyarakat di lapisan ekonomi paling bawah negeri ini. Petani, pedagang, buruh, pelaku UMKM yang harus memutar tenaga dan pikiran mereka untuk kehidupan yang lebih baik. Lewat tangan merekalah ekonomi tumbuh dan bergerak.

β€œSaya lebih menjadi manusia saat menjadi Mantri. Melihat dan turut merasakan bagaimana perjuangan banyak perempuan Indonesia dan masyarakat yang harus berjuang setiap hari. Hal ini terus membuat saya menjadi lebih bersyukur,” ujar Farisya.

BRI melalui KUR UMKM berperan sebagai booster untuk terus memberdayakan dan memajukan berbagai jenis UMKM. Satu peluang yang mungkin jadi pintu keluar dari keterpurukan ekonomi. Dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Erni, Sumiati dan Farisya merupakan dua sisi pada mata uang yang sama. Mereka perempuan-perempuan tangguh dengan peran berlainan, tapi saling terhubung untuk tujuan yang sama. Dengan dorongan KUR UMKM BRI mereka menjadi Β roda-roda yang menggerakkan ekonomi kemasyarakatan.

Β ***

Tags: BRI News FestEkonomifeatureKURMasyarakatUmkm

Berita Lainnya

Pelaku Usaha Kecil Menengah Kabupaten Solok Dibekali Pelatihan Akses Permodalan

Kamis, 5 Nov 2026 | 18:18 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Barat, Kukuh Sumardono Basuki

Realisasi Transfer ke Daerah di Sumbar Capai Rp17,1 Triliun

Rabu, 28 Okt 2026 | 07:28 WIB
Ilustrasi

Weltrade Review: Menilai Transparansi, Kondisi Trading, dan Keandalan

Jumat, 16 Okt 2026 | 16:28 WIB

Kementerian UMKM Gandeng UNAND Bantu Pelaku Usaha Terdampak Bencana Bangkit

Jumat, 2 Okt 2026 | 21:40 WIB
Selanjutnya
Banjir Batu Busuak, PT Semen Padang Kirim Relawan Bantu Warga Terdampak

Banjir Batu Busuak, PT Semen Padang Kirim Relawan Bantu Warga Terdampak

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara