KLIKPOSITIF — Dari satu gelas susu segar yang tampak sederhana, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kembali diingatkan bahwa masa depan bangsa kerap dibangun dari hal-hal kecil yang berdampak besar. Susu hari ini bukan sekadar minuman, melainkan bagian penting dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan karenanya menjadi tanggung jawab negara untuk memastikan ketersediaan, kualitas, dan keberlanjutannya.
Kesadaran itulah yang mengantar Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jumat (23/1/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan inovasi teknologi peternakan, mulai dari pembibitan hingga pascaproduksi, dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menopang agenda besar swasembada pangan nasional.
Dalam kunjungan itu, Menko Pangan didampingi Bupati Banyumas serta Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Kehadiran unsur pusat dan daerah ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat fondasi peternakan nasional.
Menko Pangan meninjau langsung fasilitas peternakan, unit pengolahan susu, hingga jalur distribusi. Ia juga berdialog dengan staf teknis balai, mitra suplayer, serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak distribusi susu ke masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Salah satu produk unggulan BBPTUHPT Baturraden yang menyita perhatian adalah susu segar Raden Milky. Produk ini berasal dari bibit unggul sapi perah yang dikelola dengan sistem manajemen modern. Saat ini, produksi susu segar di Baturraden mencapai sekitar 7.000 liter per hari, dengan kapasitas pengolahan hingga puluhan ribu botol atau cup setiap harinya.
“Kurangnya stok susu nasional masih besar. Hampir 50 persen kebutuhan kita masih impor. Karena itu saya sangat berterima kasih dan menyambut baik kontribusi Baturraden yang sudah menyumbang produksi untuk anak-anak kita agar mereka tumbuh kuat dan cerdas,” ujar Zulkifli Hasan dengan nada optimistis.
Ia menegaskan, keberhasilan Baturraden menjadi bukti bahwa peningkatan produktivitas tidak selalu harus ditempuh dengan menambah populasi ternak. Kuncinya terletak pada inovasi, manajemen, dan peningkatan kualitas genetik.
Hal tersebut dibenarkan Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo. Di hadapan Menko Pangan, Dani menjelaskan bahwa lonjakan produksi susu di balai tersebut murni berasal dari perbaikan manajemen dan mutu bibit sapi perah.
“Produksi harian kami meningkat dari sebelumnya sekitar 4.000 liter menjadi 7.000 liter per hari. Jumlah sapinya tetap, tetapi kualitasnya kami tingkatkan. Kalau dulu satu ekor hanya menghasilkan 10 liter, sekarang sudah bisa 15 liter per ekor,” jelasnya.
Lebih jauh, BBPTUHPT Baturraden diproyeksikan mampu memproduksi hingga 60.000 botol atau cup susu setiap hari. Kapasitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasokan sedikitnya 20 SPPG di wilayah Banyumas dan sekitarnya, bahkan diperluas hingga Purwokerto dan Cilacap.
Saat ini, distribusi susu baru berada di kisaran 17.000 botol per hari, seiring keterbatasan mesin pengemasan. Pemerintah pun berkomitmen mempercepat pengadaan infrastruktur tambahan agar kapasitas maksimal tersebut dapat segera tercapai.
Untuk menjamin kualitas hingga ke tangan penerima manfaat, BBPTUHPT Baturraden memastikan rantai distribusi berjalan ketat dengan dukungan armada mobil pendingin khusus. Susu segar Raden Milky didistribusikan dalam kondisi terjaga, sehingga aman dan layak konsumsi bagi anak-anak peserta Program Makan Bergizi Gratis.
Menko Pangan juga menyoroti capaian BBPTUHPT Baturraden sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang menunjukkan tren positif, khususnya dalam produksi bibit unggul. Peningkatan ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan bibit ternak di kalangan peternak dan masyarakat, sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada pangan.
Selain peran pemerintah, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyebut PT Suri di kawasan Manggala yang tengah menyiapkan kedatangan 250 ekor sapi impor asal Australia pada akhir Januari ini sebagai bagian dari upaya menambah daya gedor produksi susu dalam negeri.
“Model seperti Baturraden inilah yang ingin terus kita perbanyak. Ini bukan sekadar soal angka produksi, tetapi bukti bahwa kemandirian pangan dan gizi itu mungkin,” tegasnya.
Dari Baturraden, pemerintah berharap lahir contoh ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir, dari pembibitan hingga distribusi yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Karena swasembada susu bukan hanya target statistik, melainkan jalan panjang untuk memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh asupan gizi yang cukup demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan berdaya saing.
Diketahui tahun 2025 menjadi tahun penuh capaian bagi BBPTUHPT Baturraden. Produksi bibit ternak menunjukkan tren positif, angka kelahiran sapi perah dan kambing perah meningkat signifikan yang mencerminkan keberhasilan pengelolaan pembibitan yang semakin optimal yang mendukung peningkatan produksi susu dan kesejahteraan peternak
Peningkatan produksi bibit ini turut mendukung terwujudnya Swasembada Pangan dan menjawab kebutuhan bibit ternak di peternak dan masyarakat.
BBPTUHPT Baturraden terus berkomitmen menghadirkan layanan yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.






