Rabu, 09 Sep 2026 - 05:49 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Tekanan Darah Tinggi Sering Tanpa Gejala, Kenali Risikonya Sejak Dini

Fitria Marlina
Rabu, 9 Sep 2026 | 05:21 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Tekanan darah merupakan bagian penting dalam sistem peredaran darah karena memungkinkan darah mengalir dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk otak hingga ujung kaki, kemudian kembali ke jantung.

Dilansir dari laman Harvard. Health. Edu, jantung menjadi penggerak utama dalam proses tersebut. Setiap kontraksi bilik kiri jantung menghasilkan gelombang tekanan yang diteruskan melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Dalam kondisi sehat, pembuluh darah yang rileks dan elastis mampu memberikan tahanan yang sesuai terhadap aliran darah.

Namun, ketika pembuluh darah mengalami penyempitan, menjadi tegang atau kehilangan elastisitas, tahanan terhadap aliran darah meningkat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tekanan darah menjadi lebih tinggi dan membuat jantung bekerja lebih keras.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga dapat memberikan tekanan terus-menerus pada dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit.

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat merusak berbagai organ tubuh. Dampaknya tidak hanya pada pembuluh darah dan jantung, tetapi juga dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit ginjal, gangguan penglihatan, serta penyakit jantung.

Mengenal Tekanan Darah

Tekanan darah terdiri atas dua angka yang memiliki arti berbeda.

Tekanan sistolik merupakan angka bagian atas. Angka ini menunjukkan tekanan yang dihasilkan jantung ketika berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Sementara tekanan diastolik merupakan angka bagian bawah yang menggambarkan tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung berada di antara dua denyutan.

Tekanan darah diukur menggunakan satuan milimeter merkuri (mmHg). Sebagai contoh, hasil pengukuran 120/80 mmHg menunjukkan tekanan sistolik sebesar 120 mmHg dan tekanan diastolik sebesar 80 mmHg.

Tekanan darah dikategorikan berdasarkan hasil pengukuran sistolik dan diastolik. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi ketika salah satu atau kedua angka tersebut berada pada tingkat yang terlalu tinggi.

Baca Juga

Bagaimana Cara Menikmati Buah Naga nan Kaya Antioksidan Ini?

Selasa, 8 Sep 2026 | 09:03 WIB

Buah Apa yang Gulanya Tertinggi dan Terendah?

Selasa, 8 Sep 2026 | 08:32 WIB
Hipertensi Sering Tidak Menimbulkan Gejala

Salah satu hal yang membuat hipertensi perlu diwaspadai adalah kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Pada tekanan darah yang sangat tinggi, seseorang dapat mengalami sejumlah keluhan seperti sakit kepala, pusing, kelelahan, hingga sesak napas. Namun, banyak orang dengan hipertensi tidak merasakan gejala apa pun.

Kondisi tanpa gejala inilah yang membuat hipertensi kerap disebut sebagai penyakit yang dapat merusak tubuh secara diam-diam.

Meski seseorang merasa sehat, tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama tetap dapat memberikan dampak terhadap organ-organ penting, seperti otak, mata, jantung, ginjal, serta pembuluh darah di seluruh tubuh.

Kerusakan tersebut terkadang baru diketahui ketika seseorang mengalami kondisi serius, seperti serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal.

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tekanan darah sejak dini. Pengendalian tekanan darah juga diperlukan untuk membantu menurunkan risiko kerusakan organ dan berbagai penyakit kronis di kemudian hari.

Tags: HealthTekanan Darah Tinggi

Berita Lainnya

Bagaimana Cara Menikmati Buah Naga nan Kaya Antioksidan Ini?

Selasa, 8 Sep 2026 | 09:03 WIB

Buah Apa yang Gulanya Tertinggi dan Terendah?

Selasa, 8 Sep 2026 | 08:32 WIB

Lima Buah yang Jarang Dikonsumsi Banyak Orang

Selasa, 8 Sep 2026 | 08:00 WIB

Anda Suka Konsumsi Apel? Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Selasa, 8 Sep 2026 | 07:29 WIB
Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara