BINTAN, KLIKPOSITIF — Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) II Pekanbaru berhasil menempati peringkat kedua dari 12 kantor wilayah Pegadaian di Indonesia. Prestasi tersebut didukung oleh jangkauan pelayanan yang luas di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, dengan jumlah nasabah aktif mencapai lebih dari 900 ribu orang.
Capaian kinerja tersebut dipaparkan Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, dalam kegiatan Media Gathering Kanwil II Pekanbaru yang berlangsung di Bintan, Kepulauan Riau, pada 1–3 November 2026. Kegiatan tersebut dihadiri awak media dari tiga area operasional Pegadaian, meliputi Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat.
“Pegadaian Kanwil II Pekanbaru memiliki cakupan operasional yang tersebar di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Wilayah kerja tersebut terbagi dalam tiga area pelayanan, yaitu Area Padang, Area Pekanbaru, dan Area Batam,” jelasnya mengawali pemaparan.
Agus menjelaskan, hingga 30 September 2026, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru didukung jaringan pelayanan yang terdiri atas 28 cabang dan 238 unit pelayanan. Jaringan tersebut mencakup 159 Unit Pelayanan Cabang (UPC), 35 Unit Pelayanan Syariah (UPS), serta 34 layanan colocation. Secara keseluruhan, terdapat 256 outlet yang menopang aktivitas pelayanan perusahaan.
Dari sisi sumber daya manusia, operasional wilayah tersebut diperkuat 587 karyawan dan 3.709 agen aktif yang tersebar di seluruh wilayah kerja.
Luasnya jaringan pelayanan itu juga tercermin dari aktivitas bisnis perusahaan. Hingga periode pelaporan, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru mencatat omzet sebesar Rp17,12 triliun dengan Outstanding Loan (OSL) gross mencapai Rp6,14 triliun.
“Alhamdulillah, angka tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas bisnis Pegadaian Kanwil II Pekanbaru dalam melayani kebutuhan masyarakat, baik melalui produk pembiayaan berbasis gadai maupun non-gadai dan layanan emas,” tuturnya.
Ragam Produk Pembiayaan dan Layanan Emas
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru terus mengembangkan berbagai pilihan produk pembiayaan, baik melalui layanan gadai maupun non-gadai.
Pada lini bisnis gadai, produk yang tersedia meliputi Pegadaian KCA, Krasida, Gadai Efek, Rahn, Arrum Emas, Arrum Haji, hingga Arrum Safar.
Sementara itu, pembiayaan non-gadai mencakup Pinjaman Usaha, Pinjaman Multi Guna, Pinjaman Modal Kerja, Pinjaman Modal Produktif, serta pembiayaan kendaraan melalui Pegadaian Amanah.
Selain kedua lini tersebut, Pegadaian juga memperkuat bisnis bullion atau layanan bank emas dengan menghadirkan sejumlah produk, mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Perdagangan Emas, Jasa Titipan Korporasi, Tabungan Emas, hingga Cicil Emas.
“Kita juga mengembangkan lini bisnis bullion atau layanan bank emas. Produk yang ditawarkan mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Perdagangan Emas, Jasa Titipan Korporasi, Tabungan Emas, hingga Cicil Emas,” ucapnya.
Bisnis Emas Tumbuh 92,97 Persen
Dari sisi kinerja usaha, bisnis emas menjadi salah satu penopang pertumbuhan Pegadaian Kanwil II Pekanbaru sepanjang 2026.
Hingga periode pelaporan, segmen emas mencatat pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) sebesar 92,97 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Dalam paparan kinerja tersebut, pertumbuhan tercatat sebesar 34,81 persen secara tahunan dan 11,29 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025. Capaian OSL juga telah mencapai 103,4 persen dari target.
Berdasarkan kontribusi masing-masing lini bisnis, OSL segmen gadai tercatat sebesar Rp4,79 triliun atau tumbuh 36,56 persen. Sementara itu, segmen emas mencapai Rp854 miliar dan segmen non-gadai sebesar Rp503 miliar.
Berbeda dengan dua segmen lainnya, bisnis non-gadai mengalami penurunan sebesar 17,5 persen. Pencapaian segmen tersebut juga baru mencapai 76,34 persen dari target yang ditetapkan.
Secara keseluruhan, portofolio OSL Pegadaian Kanwil II Pekanbaru masih didominasi pembiayaan gadai dengan kontribusi sebesar 77,9 persen. Selanjutnya, segmen emas menyumbang 13,9 persen dan non-gadai sebesar 8,2 persen.
Area Batam Berkontribusi Terbesar terhadap OSL
Jika dilihat berdasarkan wilayah operasional, Area Batam menjadi penyumbang OSL terbesar dengan nilai Rp2,51 triliun atau menguasai 40,9 persen dari total OSL Kanwil II Pekanbaru. Kinerja tersebut tumbuh sebesar 26,8 persen.
Di posisi berikutnya, Area Pekanbaru membukukan OSL sebesar Rp2,12 triliun atau meningkat 33,6 persen. Sementara itu, Area Padang mencatatkan OSL Rp1,51 triliun dengan pertumbuhan mencapai 52,8 persen.
Dari sisi jumlah nasabah, Area Batam juga menjadi wilayah dengan basis nasabah terbesar, yakni 447.433 orang. Area Pekanbaru menyusul dengan 255.881 nasabah, sedangkan Area Padang mencatatkan 200.211 nasabah.
Dalam paparan kinerja, jumlah nasabah aktif Pegadaian Kanwil II Pekanbaru tercatat sebanyak 903.425 orang atau meningkat 21,23 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Laba Usaha Tumbuh 42,93 Persen
Selain pertumbuhan bisnis dan peningkatan jumlah nasabah, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru juga membukukan kinerja positif dari sisi profitabilitas.
Laba usaha tercatat mencapai Rp574 miliar, meningkat 42,93 persen dan telah mencapai 130,27 persen dari target.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di angka 0,75 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,61 persen.
Pada lini bisnis bullion, produk Cicil Emas juga mencatatkan capaian gramasi sebesar 379 kilogram. Kontribusi terbesar berasal dari Area Pekanbaru dengan 168 kilogram, disusul Area Batam sebanyak 122 kilogram dan Area Padang sebanyak 88 kilogram.
Selain kinerja bisnis, Agus memaparkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan hingga September 2026.
“Program tersebut meliputi mudik bersama, santunan anak yatim, bantuan sembako, kurban, khitanan dan pengobatan gratis. Pegadaian juga menjalankan beasiswa, edukasi finansial, pemberdayaan UMKM, bank sampah, serta penanaman pohon,” sebutnya.
“Pegadaian turut memberikan bantuan tanggap bencana. Perusahaan juga meresmikan ATM Emas,” tambahnya.













