AGAM,KLIKPOSITIF – Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati mengatakan kasus stunting sangat berpengaruh terhadap program Indonesia Emas 2045.
Fatmawati menyampaikan hal ini dalam Sosialisasi, Advokasi dan KIE Penurunan Stunting Sumbar, di Kecamatan Ampek Angkek, Agam bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki dan tokoh masyarakat, Minggu 31 Maret 2024.
“Kondisi stunting sangat berpengaruh pada penyiapan generasi muda, jika nanti kasus ini tinggi, kita tak akan bisa menyiapkan Indonesia Emas 2045,” jelas Fatmawati.
Menurut dia, kasus stunting harus bisa dicegah sedini mungkin dengan menutup “jendela” stunting itu sendiri.
Fatmawati mengatakan untuk menekan kasus stunting harus dimulai dari orang tua calon anak itu sendiri atau calon pengantin.
“Kemudian dilanjutkan pada 1.000 hari pertama kehidupan, tepatnya dari masa kehamilan, menyusui hingga usia anak bawah dua tahun,” ungkapnya.
Dia meminta agar orang tua mau memberikan imunisasi lengkap kepada bayi agar pertumbuhan bayi tidak terganggu.
“Kader-kader kita yang tersebar di tiap nagari siap memberikan pendampingan. Kita harus bisa menutup jendela stunting dari hulunya sehingga kasus ini bisa diintervensi,” ungkapnya.
Data yang KLIKPOSITIF himpun menyebutkan angka prevalensi stunting di Sumbar pada 2023 mencapai 23,6 persen.
BKKBN komit untuk memberikan pendampingan agar kasus ini bisa terus ditekan.
Tak hanya itu, BKKBN juga akan gencar menggelar sosialisasi serupa agar pemahaman masyarakat bisa ditingkatkan.
(*)






