Minggu, 26 Jul 2026 - 10:32 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Kenaikan Pertamax ke Rp17.000 per Liter Picu Pesimisme Masyarakat terhadap Pemerintah

Kiki Julnasri
Rabu, 10 Jun 2026 | 16:16 WIB
SPBU di Sumbar (Klikpositif.com

SPBU di Sumbar (Klikpositif.com

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax hingga menembus Rp17.000 per liter di Kota Padang, Sumatera Barat, memicu keluhan dari masyarakat. Selain pengendara umum, para pengemudi ojek online juga mengaku terdampak oleh kebijakan tersebut.

“Ndak ado harapan ambo do. Lah pesimis wak jo pemerintah ko (Tidak ada harapan saya. Saya sudah pesimis dengan pemerintah saat ini),” ungkap Akmal (65) saat ditemui di salah satu SPBU di Padang, Rabu (10/6/2026).

Akmal mengaku tidak terlalu terkejut dengan kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, isu kenaikan BBM tersebut sudah ia dengar sejak beberapa waktu lalu.

“Dulu sudah dapat kabar juga akan naik. Tanggapan dengan naik harga ini, terpaksa dan rela, karena tidak bisa berbuat apa-apa,” terangnya.

Meski harga Pertamax naik, Akmal mengaku belum berencana beralih ke Pertalite. Pasalnya, hingga kini ia belum memiliki barcode yang menjadi syarat untuk membeli BBM subsidi tersebut.

“Karena saya sudah biasa mengisi Pertamax dan belum punya barcode. Jadi, mau tidak mau tetap isi Pertamax,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sukiman (43), seorang pengemudi ojek online di Padang. Ia menilai kenaikan harga Pertamax akan semakin membebani para pengemudi yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk mencari nafkah.

“Pertamax naik, tentu makin berat bagi tukang ojek. Apalagi motor saya memang biasa memakai Pertamax,” ujarnya.

Baca Juga

Antrian pembeli Pertamax di SPBU Padang, Rabu (10/6/2026)

Pertamina Respons Permintaan Tambahan Kuota Pertalite untuk Sumbar

Rabu, 17 Jun 2026 | 11:43 WIB
Bawang Putih di Pasar Raya Padang, Selasa (16/6/2026)

Pasca Kenaikan Pertamax, Pedagang di Padang Pasar Raya Sebut Tingkat Pembeli Ikut Menurun

Selasa, 16 Jun 2026 | 18:37 WIB

Sementara itu, pengemudi ojek online lainnya, Hilda Wilza, berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk mengendalikan kenaikan harga BBM, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan pekerjaan pada kendaraan bermotor.

“Kalau bisa harganya lebih standar. Kalau terus naik, tentu kami tidak sanggup beli Pertamax karena mahal,” katanya.

Senada dengan itu, Sijon (60) mengaku hanya bisa pasrah menghadapi kebijakan tersebut. Meski demikian, ia berharap harga BBM dapat kembali turun dan lebih stabil.

“Siapapun pemerintahnya, masyarakat maunya harga yang murah. Kalau bisa distabilkan harga minyak itu lebih baik,” tuturnya.

Tags: Harga Pertamax NaikKenaikan PertamaxPertamina

Berita Lainnya

Antrian pembeli Pertamax di SPBU Padang, Rabu (10/6/2026)

Pertamina Respons Permintaan Tambahan Kuota Pertalite untuk Sumbar

Rabu, 17 Jun 2026 | 11:43 WIB
Bawang Putih di Pasar Raya Padang, Selasa (16/6/2026)

Pasca Kenaikan Pertamax, Pedagang di Padang Pasar Raya Sebut Tingkat Pembeli Ikut Menurun

Selasa, 16 Jun 2026 | 18:37 WIB
Kadis ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto

Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Pemprov Sumbar Usulkan Tambahan Kuota Pertalite hingga 15 Persen

Jumat, 12 Jun 2026 | 08:00 WIB

Ini Kelompok Paling Terdampak Kenaikan BBM di Sumbar

Rabu, 10 Jun 2026 | 17:54 WIB
Selanjutnya

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara