PASAMAN, KLIKPOSITIF – Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat Fatmawati mengapresiasi Pemerintah Pasaman karena menjadi daerah pertama yang menerapkan program sertifikat elektronik siap nikah siap hamil (Elsimil). Selain itu, Pasaman juga daerah yang pertama menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting.
“Kami berharap langkah ini hendaknya diikuti oleh kabupaten dan kota lain di Sumbar, sehingga calon pengantin (Catin) yang akan menikah sehat jasmani dan rohani,” ujarnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pasaman, Selasa, 16 Mei 2024.
Fatmawati menjelaskan, pasangan yang akan menikah harus disiapkan agar tidak melahirkan anak Stunting. Persiapan itu meliputi pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin perempuan hanya meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan kadar haemoglobin (Hb).
“Catin harus disiapkan dan didampingi supaya melahirkan generasi emas, sehingga prevalensi Stunting di Pasaman bisa terus ditekan. Kita harus punya strategi agar terget 14 persen Stunting di 2024 tercapai,” terangnya.
Selain itu Fatmawati juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pasaman yang telah berhasil menurunkan prevalensi Stunting sebesar 1,3 persen. Sehingga dari 30,2 persen menjadi 28,9 persen pada 2022.
“Kinerja TPPS perlu dioptimalkan dimulai dari rencana, implementasi, hingga pemantauan dan evaluasi agar tidak ada sasaran keluarga beresiko stunting terutama ibu hamil dan baduta/balita yang tidak mendapatkan penyuluhan, intervensi, dan layanan kesehatan sehingga sasaran,” sebutnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pasaman Sabar AS menyampaikan, saat ini angka Stunting di daerah itu sebanyak 1035 by name by address. Angka itu menyebarkan di nagari – nagari
“Data sudah ada, ini yang akan kita intervensi. Kami akan melibatkan semua pihak, semua mesti berperan, ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi kerja kita semua,” tegasnya.
Selaku Ketua TPPS, Sabar meminta semua OPD, Camat hingga Nagari bergerak untuk menyelesaikan persolan ini. Dia optimis target 14 persen Stunting pada 2024 tercapai.
“Kami akan keluarkan edaran Bupati untuk seluruh kepala OPD untuk menjadi bapak asuh anak Stunting. Kemudian OPD berperan sesuai tupoksi masing-masing, seperti PU soal perbaikan sanitasi dan lain -lain. Juga, TP PKK Walinagi harus berkerja menunjukkan Stunting di nagari,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan, rapat koordinasi TPPS tersebut sebagai upaya menyatukan persepsi, eksekusi dan kerja nyata dalam menurunkan angka Stunting di Pasaman.
“Kita tentu takut meninggalkan generasi lemah baik secara fisik dan psikis. Generasi yang suram dan mengkhawatirkan. Untuk itu ini menjadi tanggung jawab bersama, seluruh kita mesti berperan,” tutupnya.






