Kota Solok, Klikpositif – Badan Kesejahteraan asjid (BKM) BKM Provinsi Sumatera Barat melakukan pembinaan terhadap BKM Kota Solok periode 2022-2027. Pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan jumlah masjid paripurna di Kota Solok.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, menyampaikan banyak tantangan dalam mewujudkan masjid paripurna. Sat ini,tercatat 81 masjid yang terdata dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS).
“Untuk mencapai predikat Masjid Paripurna, diperlukan penguatan pada tiga aspek utama, yaitu Imarah (Pemakmuran), Idarah (Manajemen) dan Ri’ayah (Pemeliharaan),” terangnya, Jum’at (5/12/2025) di Aula Kemenag Kota Solok.
Menyongsong penilaian masjid paripurna tahun 2026, H. Amril menekankan perlunya kerja sama yang solid antara Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Solok dan pengurus BKM untuk melakukan periapan lebih awal.
Ada beberapa kategori masjid paripurna yang perlu dipenuhi; masjid harus ramah anak, ramah musafir, ramah lansia, ramah difabel, ramah keragaman, dan ramah lingkungan.
“Kami menargetkan dua masjid di Kota Solok menjadi pilot project. Dengan pembinaan dan pengembangan, akan berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumbar, H. Mustafa, menekankan pentingnya peran aktif dan masif pengurus BKM dalam mewujudkan Masjid Paripurna. Dibutuhkan pengelola yang berpotensi, kapabel, profesional, dan memiliki tekad kuat untuk memakmurkan serta mensyiarkan rumah ibadah.
Lebih lanjut, H. Mustafa berharap masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, kemasyarakatan dan kepemudaan.
“Masjid harus kembali berfungsi seperti pada zaman Rasulullah, yakni sebagai tempat musyawarah, pengambilan keputusan, hingga pusat kebijakan publik,” jelasnya.






