KLIKPOSITIF – Presiden Joko Widodo mengatakan pencengahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pendanaan terorisme kedepannya makin berat.
Sebab itu Jokowi mengingatkan tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Presiden mendorong seluruh pihak mulai dari instansi pemerintah, industri keuangan, hingga masyarakat bersama-sama menjaga integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan Indonesia.
“PPATK jangan berpuas diri karena tantangan ke depan akan makin berat,” kata Presiden.
Ia menambahkan, potensi kejahatan siber juga makin meningkat, muncul berbagai modus bentuk-bentuk baru kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme.
โKita perlu membangun sinergi untuk memastikan penegakan hukum yang berkeadilan, meningkatkan upaya penyelamatan, upaya pengembalian, dan pemulihan keuangan negara,โ lanjutnya.
Dalam memerangi tindak kejahatan ekonomi yang makin masif, Presiden meminta PPATK untuk menemukan terobosan hukum.
Misalnya, peningkatan layanan digital dengan mengembangkan platform pelayanan baru dan menyempurnakan layanan digital yang sudah ada.
โMengembangkan pusat pelayanan digital yang lengkap, terintegrasi, dan real time, dan mampu melayani para pemangku kepentingan dengan cepat, mudah, tepat, dan akurat,โ tambahnya.
Selain itu, Jokowi meminta seluruh kementerian/lembaga termasuk PPATK yang merupakan focal point dan lembaga intelijen keuangan (FIU) untuk jeli dan bergerak cepat dalam menangani modus baru tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Menurut Presiden, tindak pidana tersebut telah melewati batas negara dan menjadi kejahatan internasional.
โLakukan antisipasi sedini mungkin untuk mencegah upaya-upaya yang dapat mengganggu integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan kita,”
Selian itu, juga mengantisipasi peningkatan kejahatan ekonomi seperti cyber crime dan kejahatan lain yang memanfaatkan kecanggihan teknologi.






