PADANG, KLIKPOSITIF – Kota Padang menjadi satu-satunya daerah di Sumatera yang terpilih untuk menyelenggarakan workshop literasi digital yang diadakan oleh Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI) dan Konsulat Jendral Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes Amerika) Kantor Surabaya.
Workshop ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman mengenai literasi digital kepada anak muda dalam tahun-tahun politik, dengan output generasi muda dapat memperoleh informasi yang valid di tengah banyaknya pesan hoax yang tersebar menjelang pemilu.
Ni Made Ras Amanda, selaku project manager kegiatan ini menyebutkan bahwa workshop literasi digital dengan tema Building Youth Resilience and Participation in Digital Literacy During the Political Year ini dilaksanakan yang Pustaka Lantai 5 Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, dan dihadiri lebih dari 160 mahasiswa baik dari Universitas Andalas, Uin Imam Bonjol Padang dan Universitas Dharma Andalas.
“Kota Padang adalah satu-satunya daerah yang terpilih di wilayah Sumatera untuk kegiatan workshop literasi digital. Kota Padang adalah karakteristik yang luar biasa, yaitu budaya di Padang dimana orang suka berdiskusi. Tentunya, kami percaya bibit-bibit di Kota Padang luar biasa yang dapat memberikan dampak positif dan lebih banyak bersuara di media-media maya,” katanya.
Dalam kegiatan ini, lanjutnya, peserta workshop diajak untuk memahami 5 topik utama, yaitu bagaimana cara mencari informasi yang valid, melaporkan konten negatif, media seperti apa yang harus dipercayai, cara menanggapi informasi yang salah dan cara membuat konten kreatif menggunakan smartphone.
Pembicara yang hadir pada kegiatan ini yaitu Rita Gani (Unisba), Vitania Yulia (Unand), Revi Marta (Unand), Lisa Adhrianti (Unib) dan Ni Made Ras Amanda (Unud). Kegiatan ini diawali dengan kata sambutan oleh Ni Made Ras Amanda yang berharap agar antusias mahasiswa ini dapat meningkatkan kompetensi dan kepedulian anak muda menjelang pemilu.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, anak muda dapat memberi warna-warna baru di tahun politik. Dan, kegiatan ini dapat menumbuhkan kemampuan dalam pembuatan konten kreatif yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui media massa, serta juga dapat menumbuhkan kreatifitas peserta dan meningkatkan intelektual mengenai penyebaran informasi khususnya di tahun politik,” ujarnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Workshop JAPELIDI Kota Padang, Revi Marta menyampaikan bahwa pihaknya sangat excited melihat animo mahasiswa untuk mengikuti kegiatan. Apalagi, kegiatan ini juga membuka kesempatan untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam menggali informasi dari workshop ini.
“Semoga dengan adanya kegiatan workshop ini, generasi Z Kota Padang dapat menjadi penyumbang suara terbanyak untuk tahun politik 2024,” ujarnya.
Sementara itu salah satu peserta bernama Wara, mengaku sangat berterima kasih kepada JAPELIDI yang sudah memberikan kesempatan untuk bisa menggali informasi tentang 4 topik yang sudah dibahas oleh narasumber. Apalagi selaku generasi Z, dirinya juga miris dengan fenomena sampah informasi di tahun politik.
“Terkadang, kami melihat ada korban dari missinformasi tersebut. Dan, tentunya dengan salah satu output dari kegiatan ini adalah video. Makanya, kami juga tertarik untuk mengikuti kompetisi ini,” ujar mahasiswa dari program studi Ilmu Komunikasi Unand ini.(*/rel)






