Sabtu, 07 Nov 2026 - 13:28 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Jangan Berlebihan Beri Makanan Manis untuk Anak, Ini Bahayanya

Anak-anak yang sering makan makanan manis akan lebih berisiko kena obesitas

redaksi
Minggu, 5 Sep 2021 | 08:25 WIB
ilustrasi

ilustrasi (net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Memberikan makanan manis pada anak tak selalu membawa dampak yang baik. Batas asupan gula harian yang aman bagi anak-anak adalah 25 gram atau setara dengan 2 sendok makan.

Padahal, makanan manis seperti sebungkus makanan ringan, permen, dan minuman manis bisa jadi memiliki kandungan gula setengah dari batas maksimum. Itu masih belum ditambah dari makanan yang Anda masak, susu kemasan, atau makanan ringan lain yang mungkin anak makan.

Anak-anak memang membutuhkan asupan gula untuk menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi, asupan gula yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak berikut:

Kecanduan

Makanan manis membuat anak-anak merasa senang sehingga mereka menginginkan lebih. Jika dibiarkan tanpa terkendali, kegemaran anak-anak terhadap makanan manis justru bisa berbahaya untuk kesehatan fisik maupun psikologisnya. Salah satu yang paling mudah dilihat adalah kecanduan. Anak yang kecanduan makanan manis akan menunjukkan gejala ketika keinginannya untuk makan makanan manis tidak dituruti. Gejala tersebut biasanya berupa:

perubahan mood secara drastis,

anak lebih sering ngambek,

tubuh lesu atau malah menjadi hiperaktif dan banyak bicara, serta

gemetar.

Baca Juga

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Ingin Kulit Sehat dan Terawat? Ini Panduan Rutinitas Skincare Sesuai Jenis Kulit

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:49 WIB

Obesitas

Anak-anak yang sering makan makanan manis akan lebih berisiko kena obesitas jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi seimbang. Bahaya makanan manis ini tentu tak berhenti saat anak masih kecil. Anak-anak obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa jika pola makannya tidak diperbaiki. Ia juga berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan sebagai berikut.

Asma.

Gangguan metabolik yang ditandai dengan kelebihan lemak pada perut serta tingginya nilai gula darah, trigliserida, tekanan darah, dan kolesterol total. Gangguan tidur akibat kesulitan bernapas.

Diabetes tipe 2.

Masalah perilaku dan kemampuan belajar.

Pembusukan gigi

Pembusukan gigi biasanya terjadi karena menumpuknya sisa gula pada celah gigi. Bakteri mulut akan menjadikan gula sebagai makananannya dan menghasilkan zat asam. Gabungan bakteri, sisa gula, zat asam, dan liur kemudian membentuk plak gigi. Lambat-laun, plak akan semakin merusak gigi. Bentuk kerusakan gigi yang biasanya dialami anak-anak, antara lain:

sakit gigi berkepanjangan;

peradangan, bengkak, dan perdarahan pada gusi akibat gingivitis;

penyakit gusi yang lebih parah seperti periodontitis;

kerusakan permanen hingga pecahnya gigi; dan

infeksi pada gusi.

Tags: Gaya HidupHealthkesehatan

Berita Lainnya

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Ingin Kulit Sehat dan Terawat? Ini Panduan Rutinitas Skincare Sesuai Jenis Kulit

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:49 WIB

5 Rekomendasi Minyak Alami untuk Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:18 WIB

Selalu Merasa Lapar Meski Sudah Makan? Kenali 6 Kemungkinan Penyebabnya

Sabtu, 24 Okt 2026 | 07:11 WIB
Selanjutnya
Hilux Revo Z Edition Razer

Toyota Resmi Luncurkan Hilux Revo Z Edition Razer

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara