Kota Solok, Klikpositif – Komisi I DPRD Kota Solok melakukan kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kota Solok, Selasa (4/5/2026). Perpustakaan Kota Solok yang berada di Terminal Bareh Solok tersebut merupakan gedung baru yang dibangun melalui alokasi pemerintah pusat.
Tim komisi I yang dipimpin langsung Deni Nofri Pudung diterima Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Refendi bersama jajaran. Kunjungan DPRD Kota Solok tersebut dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Pudung menyampaikan apresiasi DPRD terhadap Pemko Solok yang bisa jemput bola terhadap bantuan lembang dari pusat. Perlu upaya khusus dalam meyakinkan pemerintah pusat untuk menurunkan bantuan ke daerah.
Menurut Pudung, dengan adanya gedung dan fasilitas baru perpustakaan daerah akan menjadi awalan yang baik dalam meningkatkan minat baca, terutama bagi generasi muda. Literasi dan budaya baca harus ditanamkan bagi generasi muda sejak dini.
“Dengan adanya gedung baru dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman, diharapkan bisa merangsang generasi muda dan masyarakat umum untuk datang membaca. Berikan pelayanan terbaik sehingga masyarakat nyaman,” kata Pudung.
Sementara itu, Rusdi Saleh mengingatkan DPK untuk bisa melakukan pemeliharaan dan perawatan terhadal gedung. Biaya pemeliharaan akan lebih murah dibandingkan dengan perbaikan atau pembangkit baru. Tetap jaga sarana dan prasarana sehingga terus dalam kondisi baik dan termanfaatkan.
Sementara itu, Kepala DPK, Refendi mengungkapkan Pembangunan Gedung Perpustakaan Umum Daerah ini terlaksana dengan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpusnas pada tahun 2024. Pembangunan Gedung Perpustakaan salah satu upaya mendukung literasi masyarakat.
Perpustakaan umjm daerah Kota Sklok memiliki berbagai layanan. Mulai dari layanan umum, layanan anak, bioskop. Selain itu dilengkapi dengan fasilitas berupa aula, ruang inklusi sosial, ruang referensi dan mushola.
“Kami sangat senang atas kunjungan dan apresiasi dari Komisi I DPRD Kota Solok. Masukan-masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan,” tutup Refendi.