PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF- Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menetapkan besaran insentif yang diterima guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non PNS yang ada di Kota Payakumbuh secara berjanjang. Penetapannya didasarkan atas lama waktu guru tersebut mengabdi.
Kepala Bidang PAUD dan PNFI Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Payakumbuh Syafni Husni mengatakan, jumlah tenaga pendidik yang telah terdaftar di Disdik berjumlah sebanyak 334 orang.
“Insentif untuk yang sudah berbakti lebih dari 10 tahun Rp800 ribu perbulan. Untuk yang lima sampai sembilan tahun Rp700 ribu perbulan dan untuk yang berbakti dua sampai empat tahun Rp550 ribu perbulan. Sementara untuk yang satu tahun Rp450 ribu perbulan,” kata dia, Selasa (9/3).
Dikatakannya, untuk mendapatkan besaran insentif yang sudah ditetapkan tersebut, guru PAUD non PNS harus memenuhi syarat utama yaitu terdaftar di data pokok PAUD Pendidikan Masyarakat.
Ia mengatakan saat ini masih ada satuan PAUD yang belum memperbarui data Dapodik, sehingga konsekuensinya pendidik dan tenaga kependidikannya tidak bisa menerima insentif dari Pemko meski sudah berbakti lebih dari 8 tahun.
“Sebenarnya, perhatian Pemko Payakumbuh dalam mensejahterakan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD sudah cukup baik, mengingat hanya beberapa kota/kabupaten saja di Sumatera Barat yang berani mengalokasikan insentif dari APBD,” ujarnya.
Selanjutnya, ia mengimbau dan mengajak TK swasta di Payakumbuh untuk ikut bersama Pemkot memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD-nya.
“Pemko sudah memberi insentif sesuai tingkatan masa bakti, sekolah swasta juga dapat menambah honor mereka, agar semangat moril tenaga pendidik PAUD kita meningkat, karena kesejahteraan mereka terperhatikan,” katanya.
Dia menjelaskan, besaran insentif untuk 2021 sudah meningkatkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu di awal-awal yang dapat insentif hanya pendidik PAUD saja, jumlahnya 150.000 per bulan. Dengan tahun berjalan, terjadi peningkatan setiap tahun secara signifikan, hal ini tentu dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah daerah yang peduli terhadap dunia pendidikan PAUD,” katanya. (*)






