Sabtu, 07 Nov 2026 - 14:19 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Ini Tujuh Jenis Penyakit Perut yang Perlu Anda Kenali

Tidak hanya mulas yang bisa dirasakan pada perut, ada berbagai jenis sakit perut yang perlu Anda kenali,

redaksi
Rabu, 4 Sep 2019 | 14:20 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Aktivitas sehari-hari tentu sangat nikmat dilakukan dalam keadaan sehat. Namun, siapa pula yang dapat menahan datangnya penyakit, kecuali mencegahnya? Salah satu yang akrab dengan keseharian kita adalah sakit perut. Meskipun terdengar tidak berbahaya, namun jangan pernah remehkan kondisi ini, karena ternyata segala penyakit berawal dan berhubungan dengan perut. Laltas apa saja sih macam-macam sakit perut itu?

Macam-Macam Sakit Perut
Tidak hanya mulas yang bisa dirasakan pada perut, ada berbagai jenis sakit perut yang perlu Anda kenali, di antaranya:

1. Maag
Gejala maag biasanya terasa nyeri di derah ulu hati, disertai keluhan lain seperti mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa – terutama ketika Anda lapar.

Maag dapat disebabkan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) atau penggunaan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang mengiritasi dan mengubah lapisan mukosa pelindung saluran pencernaan.

Selain itu, penyebab penyakit perut ini bermacam-macam, bisa karena makanan, terutama makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi, dan sawi. Atau bisa juga disebabkan minuman seperti kopi, alkohol, dan soda. Selain faktor makanan, maag bisa dihubungan dengan faktor stres, merokok, dan konsumsi obat-obat penghilang rasa sakit termasuk obat rematik.

Sebenarnya obat-obatan anti-maag atau obat sakit perut yang mengandung antasida cukup untuk mengatasi gejalanya. Antasida ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tapi jika rasa sakit itu tidak berkurang, barangkali Anda perlu menemui dokter. Jangan lupa, kurangi makanan yang bisa mengganggu kinerja lambung-makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas. Dan mulai sekarang, makanlah dengan teratur.

2. Batu empedu
Batu empedu adalah endapan yang terbentuk pada kantong empedu – kantung kecil berbentuk buah pir yang menyimpan dan mengeluarkan empedu untuk pencernaan.

Gejala batu empedu biasanya nyeri ulu hati yang hilang timbul, akibat adanya batu pada kandung empedu. Kadang kala, rasa nyeri itu seolah menjalar ke bagian belakang tubuh.

Makanan berlemak atau bisa juga dikaitkan dengan kadar kolesterol yang terlalu tinggi menjadi penyebabnya. Batu empedu adalah endapan kolesterol, bilirubin, atau garam kalsium lainnya yang terbentuk di kantung empedu atau di dekat saluran empedu.

Jika dilakukan pemeriksaan, yaitu dengan USG abdomen sudah dipastikan adanya batu pada kandung empedu, maka sebaiknya harus dioperasi. Apalagi jika itu adalah batu kalsium atau batu non-kalsium yang terlanjur membesar dan mengeras.

3. Usus buntu
Apendisitis atau usus buntu adalah salah satu dari macam-macam sakit perut yang bisa mengncam jika usus buntu pecah atau bocor. Jenis penyakit perut ini ditandai dengan peradangan pada usus buntu. Usus buntu paling sering terjadi pada orang berusia antara 10 dan 30 tahun.

Gejala usus buntu biasanya terasa nyeri pada perut bagian kanan bawah, yang sering kali disertai mual dan muntah, dan nyeri terus-menerus. Kadang kala, rasa nyerinya akan bertambah hingga tiga kali lipat ketika Anda harus berjalan. Badan akan terasa tidak enak dan meriang.

Kuman atau bakteri yang masuk menjadi penyebabnya. Jadi jika Anda menyangka penyebabnya adalah akibat terlalu banyak makan cabai atau biji-bijian, Anda termakan mitos.

Jika Anda mengalami gejala sakit pada perut di bagian kanan bawah, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pastikan apakah gejala ini merupakan infeksi usus buntu (apendisitis akut). Jika ya, kemungkinan menjalani operasi, adalah cara terbaik karena jika didiamkan saja, maka ada kemungkinan usus pecah, infeksi menyebar ke seluruh perut, yang akibatnya sangat fatal.

4. Kolera
Kolera adalah penyakit menular epidemi akut, yang ditandai dengan diare encer (mencret), kehilangan cairan dan elektrolit yang ekstrem, nyeri perut bawah, dan dehidrasi parah. Kondisi ini dapat berakibat fatal. Kolera sering juga disebut dengan penyakit muntaber karena gejala utamanya adalah muntah dan BAB.
Jenis sakit perut ini disebabkan oleh kuman Vibrio cholerae atau Bacillus coma. Kuman ini tularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar.

Jika mengalami kolera, segera ganti cairan tubuh yang hilang dengan garam oralit. Bila kehilangan cairan tubuh cukup banyak dan Anda sudah tidak dapat menerima cairan dari mulut, maka cairan pengganti diberikan melalui infus.

5. Batu ginjal
Adalah penumpukan mineral pada lapisan dalam ginjal, yang terdiri dari kalsium oksalat dan terdiri dari beberapa senyawa lain. Batu ginjal bisa membesar hingga sebesar bola golf.

Gejala batu ginjal ditandai dengan nyeri pada perut kiri atau kanan bawah yang menjalar menuju penis. Jika batu ginjal menyerang, boleh jadi Anda akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa hebat akibat saluran kemih akan meregang kuat akibat menahan air seni yang tak bisa keluar.

Penyebab batu ginjal karena adanya batu di saluran kencing (batu ureter). Nyeri yang dirasakan biasanya hilang timbul dan intensitas rasa sakitnya akan makin bertambah hebat ketika kebelet kencing.

Pengobatan batu ginjal sebenarnya bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas atau di apotek. Tapi tentu saja itu tergantung intensitas rasa sakitnya. Pergi ke dokter merupakan langkah cerdas untuk mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang biasanya diberikan melalui suntikan. Atau jika batu ginjal terlalu besar dan keras, operasi akan dilakukan untuk pengangkatan.

6. Sembelit
Adalah sulit buang air besar (BAB) yang ditandai dengan nyeri pada perut yang hilang timbul, lokasinya berada di sekitar pusar. Nyeri perut muncul berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau akibat susah BAB.

Salah satu dari macam-macam sakit perut ini sering dialami karena kekurangan serat, seperti yang terkandung dalam sayuran. Penyebab sembelit lainnya adalah akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak. Pada kasus yang berat, jenis sakit perut ini bisa disebabkan karena adanya halangan mekanis pada usus seperti radang pada dinding usus, kanker, atau usus yang menonjol keluar.

Baca Juga

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Teh Hijau Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Kamis, 22 Okt 2026 | 07:58 WIB

Obat pencahar dapat diminum sebagai obat sakit perut. Sesuaikan dengan penyebab sembelitnya, jika penyebabnya feses terlalu keras, konsumsi obat pencahar yang melunakkan feses, atau pilihlah obat pencahar yang membuat saluran pencernaan terasa penuh sehingga menimbulkan rangsangan untuk BAB, atau pilihlah pencahar yang bisa menyerap cairan.

7. Disentri
Jenis sakit perut ini ditandai dengan rasa mulas atau sakit yang hampir mirip ketika hendak melahirkan, sering ke WC untuk BAB (mungkin bisa 20 hingga 30 kali BAB), dan feses encer (mencret) serta berlendir, terkadang feses disertai bercak darah.

Disentri disebabkan karena mengonsumsi makanan kotor yang telah terinfeksi kuman shigela disentri atau amuba usus.

Untuk mengobatinya, terlebih dahulu Anda harus mengganti cairan dengan garam oralit. Pemberian antibiotika sangat penting untuk membunuh kuman. Tapi tetap saja upaya pencegahan sakit perut lebih penting ketimbang pengobatan. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat di rumah, serta menjaga makanan dan minuman dari kotoran. (*)

Tags: kesehatan

Berita Lainnya

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Teh Hijau Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Kamis, 22 Okt 2026 | 07:58 WIB

Bunda, Ini Lima Resep Alpukat Sehat untuk Buah Hati

Rabu, 14 Okt 2026 | 09:34 WIB

Manfaat Jus Seledri untuk Kesehatan Badan

Jumat, 2 Okt 2026 | 08:08 WIB
Selanjutnya
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Padang, dr Gentina

Koto Tangah Menjadi Daerah Terbanyak Kasus TBC di Padang

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara