Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:37 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Hotspot Meningkat di Dharmasraya, GAW Bukit Koto Tabang Prediksi Udara Mulai Tidak Sehat

Kondisi tersebut diperkirakan mulai berdampak terhadap kualitas udara di wilayah tersebut pada Selasa (25/8/2026).

Kiki Julnasri
Selasa, 25 Agu 2026 | 10:40 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang, Agam, menyebut kondisi Sumatera Barat (Sumbar) masih relatif aman dari titik panas atau hotspot yang terdeteksi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.

Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, mengatakan kualitas udara di Sumbar saat ini masih berada dalam kategori sedang berdasarkan parameter partikulat PM2,5.

Meski demikian, sejumlah wilayah di bagian timur Sumbar, seperti Dharmasraya, Sijunjung dan Sawahlunto, mulai terpantau adanya titik panas.

“Kalau untuk titik panas, hampir merata di Sumatera. Bahkan sampai Sumatera Utara. Kecuali Sumbar, masih aman karena hujan masih dominan turun,” kata Sugeng saat diwawancarai, Senin (24/8/2026).

Baca Juga

Kondisi polusi udara di Padang, Kamis (3/9/2026)

GAW Ungkap Kualitas Udara Padang Masih Kategori Sedang

Rabu, 9 Sep 2026 | 11:27 WIB
Bagi masker ke Pengendara di 50 Kota dipimpin Kasatlantas IPTU Zarwiko Irzal

Udara Sumbar Memburuk, Dirlantas Imbau Pengendara Pakai Masker dan Berkendara Aman

Rabu, 9 Sep 2026 | 11:10 WIB

Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan pada Minggu (23/8/2026), jumlah hotspot di Dharmasraya cukup banyak. Kondisi tersebut diperkirakan mulai berdampak terhadap kualitas udara di wilayah tersebut pada Selasa (25/8/2026).

“Hasil prakiraan kita dengan model, kemungkinan mulai besok udara di Dharmasraya kondisinya menjadi tidak sehat,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan hotspot juga terjadi di wilayah perbatasan Sumbar, seperti Sumatera Selatan dan Jambi.
Kondisi itu berpotensi memengaruhi kualitas udara Dharmasraya. Selain berasal dari sumber emisi lokal, asap juga dapat terbawa angin dari wilayah sekitar.

“Angin dominan bertiup dari arah timur, tenggara dan selatan. Jadi, bisa saja ada pengaruh dari sumber emisi di wilayah tetangga,” jelasnya.

Sugeng menyebut kondisi hotspot di kawasan Bukit Barisan sebelumnya hanya bersifat sementara. Hingga pukul 08.00 WIB, kondisi tersebut kembali membaik.
Berbeda dengan Dharmasraya, kondisi udara diprakirakan dapat memburuk dalam waktu yang lebih lama.

“Kalau yang di Dharmasraya, besok hampir separuh hari mulai tidak sehat. Mulai sekitar pukul 13.00 WIB sampai tengah malam, Selasa (25/8/2026). Tapi siang hari bisa mulai membaik, bisa jadi sumber emisinya padam karena hujan,” katanya.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan GAW, kondisi tersebut dapat dipengaruhi emisi dari sumber lokal maupun wilayah sekitar Dharmasraya yang memiliki sejumlah titik panas.

“Secara umum yang kita pantau dalam 48 jam terakhir (Senin (24/8/2026), hotspot hanya terpantau di wilayah Dharmasraya. Wilayah Sumbar lainnya tidak ada,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak usia dini, lanjut usia, pekerja luar ruangan serta warga yang memiliki penyakit bawaan, agar meningkatkan kewaspadaan.

Paparan udara tidak sehat dapat memperburuk kondisi kesehatan, termasuk bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan seperti ISPA.

“Masyarakat harus menjadi perhatian. Bisa menggunakan masker atau pelindung pernapasan,” katanya.

Bagi pengendara, ia juga mengingatkan agar menggunakan perlindungan tambahan seperti kacamata dan helm untuk mengurangi risiko iritasi akibat debu dan partikulat di udara.

Untuk Dharmasraya, Sugeng menyebut indeks kualitas udara diprakirakan berada di atas kategori sedang, yakni lebih dari 5,5 mikrogram per meter kubik.

Tags: GAW Bukit Koto TabangGAW Bukit Koto Tabang Prediksi Udara Mulai Tidak Sehat di DharmasrayaHotspot Meningkat di Dharmasraya

Berita Lainnya

Kondisi polusi udara di Padang, Kamis (3/9/2026)

GAW Ungkap Kualitas Udara Padang Masih Kategori Sedang

Rabu, 9 Sep 2026 | 11:27 WIB
Bagi masker ke Pengendara di 50 Kota dipimpin Kasatlantas IPTU Zarwiko Irzal

Udara Sumbar Memburuk, Dirlantas Imbau Pengendara Pakai Masker dan Berkendara Aman

Rabu, 9 Sep 2026 | 11:10 WIB
Kondisi polusi udara di Padang, Kamis (3/9/2026)

Beda Jauh Data Kualitas Udara Padang dan IQAir, Ini Penjelasan GAW Koto Tabang Agam

Rabu, 9 Sep 2026 | 10:23 WIB
Ilustrasi (KLIKPOSITIF.com)

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Sumbar Berbatasan Riau Cenderung Tidak Sehat

Selasa, 8 Sep 2026 | 12:19 WIB
Selanjutnya
Ilutrasi Hujan (net)

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar, Ini Daftarnya

Tinggalkan komentar
Sumatera Pulih

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara