Sabtu, 07 Nov 2026 - 12:28 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Harga Emas Dunia Meroket, Akibat Pelemahan Nilai Dolar AS

harga emas di pasar spot melonjak 1,7 persen menjadi USD1.755,56 per ounce setelah melesat 2,2 persen ke level tertinggi

redaksi
Jumat, 1 Okt 2021 | 12:55 WIB
Emas

Emas (net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Harga emas dunia kembali melejit akibat pelemahan harga dolar AS. Dolar melemah karena data ketenagakerjaan mingguan Amerika yang anjlok.

Dilansir dari CNBC, Jumat (1/10/2021) harga emas di pasar spot melonjak 1,7 persen menjadi USD1.755,56 per ounce setelah melesat 2,2 persen ke level tertinggi satu pekan di awal sesi. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melejit 2 persen menjadi USD1.757 per ounce.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat pekan lalu, data menunjukkan pada Kamis, yang dapat mendorong kekhawatiran perlambatan pasar tenaga kerja. “Ini juga menyebabkan ketidakpastian tentang tapering The Fed, karena mereka ingin pasar tenaga kerja yang solid untuk mengumumkan tapering ,” kata konsultan independent, Robin Bhar, menambahkan penundaan apapun bisa berdampak positif bagi emas.

Baca Juga

Belanja Negara di Sumbar hingga September 2026 Capai 74,35 Persen

Rabu, 28 Okt 2026 | 17:35 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Barat, Kukuh Sumardono Basuki

Realisasi Transfer ke Daerah di Sumbar Capai Rp17,1 Triliun

Rabu, 28 Okt 2026 | 07:28 WIB

Emas juga “bergerak menuju beberapa pembelian fisik baru, dengan sejumlah investor mencari lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi, kenaikan inflasi,” ucap Bhar.

Tetapi meningkatnya prospek tapering The Fed, yang secara luas diperkirakan dimulai pada November, dan peluang imbal hasil US Treasury terus menguat, diprediksi menambah lebih banyak tekanan pada emas yang tidak memberikan bunga, papar Han Tan, Kepala Analis Exinity. Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil surat utang pemerintah lebih tinggi, meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

“Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi adalah kombinasi beracun bagi emas. Dalam jangka pendek, risiko penurunan harga lebih lanjut mendominasi, artinya level USD1.700 sudah bisa segera dicapai,” kata bank itu.

Selama emas tetap berada di bawah tekanan, perak juga kemungkinan akan kesulitan untuk keluar dari tekanan. Sedangkan perak meroket hampir 2,5 persen menjadi USD22,04 per ounce, tetapi ditetapkan untuk penurunan bulanan keempat berturut-turut. Platinum melesat 1,3 persen menjadi USD962,61 per ounce, sementara paladium melonjak 2,4 persen menjadi USD1.901,41 per ounce.

Tags: BisnisDuniaEkonomiEmasGlobal

Berita Lainnya

Belanja Negara di Sumbar hingga September 2026 Capai 74,35 Persen

Rabu, 28 Okt 2026 | 17:35 WIB
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Barat, Kukuh Sumardono Basuki

Realisasi Transfer ke Daerah di Sumbar Capai Rp17,1 Triliun

Rabu, 28 Okt 2026 | 07:28 WIB
Ilustrasi

Weltrade Review: Menilai Transparansi, Kondisi Trading, dan Keandalan

Jumat, 16 Okt 2026 | 16:28 WIB

Memilih Laptop Kini Menjadi Investasi Jangka Panjang, Axioo Lengkapi dengan Perlindungan Axioo ADP XTRA hingga 3 Tahun

Rabu, 7 Okt 2026 | 11:28 WIB
Selanjutnya
ilustrasi

DPR: Pemerintah Harus Belajar dari Krisis Energi di Inggris

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara