Rabu, 09 Sep 2026 - 08:53 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Harga Emas Dunia Jatuh, Terpengaruh Dolar yang Terus Menguat

Nilai dolar yang terus menguat, membuat emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri

redaksi
Selasa, 7 Des 2021 | 12:09 WIB
emas

emas (net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Harga emas dunia kembali turun akibat sentimen untuk aset berisiko meningkat dan dolar menguat. Dilansir dari CNBC, Selasa (7/12/2021) harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD1.780,95 per ounce, sementara emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD1.781,90.

Nilai dolar yang terus menguat, membuat emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun AS rebound. Ekuitas melakukan rebound tentatif dari minggu lalu, ketika penyebaran varian Omicron dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat mengguncang pasar.

Baca Juga

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram

BI Catat Transaksi dan Komitmen Usaha Capai Angka Rp 2,75 Miliar di SCF 2026

Senin, 31 Agu 2026 | 06:43 WIB

Sertifikasi Halal Jadi Modal Strategis UMKM Sumbar Perluas Pasar

Minggu, 30 Agu 2026 | 13:15 WIB

Sementara dolar yang lebih kuat, imbal hasil dan peningkatan selera risiko melemahkan minat pada emas, pasar agak limbo karena upaya Omicron dan The Fed untuk memerangi inflasi bersaing untuk mendapatkan perhatian, kata analis Saxo Bank Ole Hansen. Investor sedang menunggu data harga konsumen AS pada hari Jumat untuk isyarat pada strategi kebijakan moneter Federal Reserve.

Pembacaan CPI yang lebih ringan, meskipun tidak terduga, dapat mengurangi beberapa fokus pada kenaikan suku bunga pada tahun 2022, sementara kelemahan tambahan di pasar saham hingga Desember juga dapat mendorong beberapa permintaan safe-haven ke emas, tambah Hansen.

Tags: BisnisDuniaEkonomiEmasGlobal

Berita Lainnya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram

BI Catat Transaksi dan Komitmen Usaha Capai Angka Rp 2,75 Miliar di SCF 2026

Senin, 31 Agu 2026 | 06:43 WIB

Sertifikasi Halal Jadi Modal Strategis UMKM Sumbar Perluas Pasar

Minggu, 30 Agu 2026 | 13:15 WIB

BI Sumbar Hadirkan SCF 2026, Angkat Potensi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 26 Agu 2026 | 12:24 WIB

Pertumbuhan, Investasi, dan Kualitas Pekerjaan

Rabu, 19 Agu 2026 | 16:30 WIB
Selanjutnya
OJK

Tahun Ini, OJK Terima Puluhan Ribu Aduan Terkait Fintech

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara