PARIAMAN, KLIKPOSITIF- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pariaman tidak mempengaruhi daya beli warga serta penjualan daging ternak sapi di Pasar Rakyat Pariaman, Rabu (8/6/2022).
Salah satu pedagang bernama Nasrul (44) mengatakan, daya beli warga tidak dipengaruhi oleh PMK.
“Buktinya sampai saat ini setiap hari ada saja yang beli. Setiap hari juga saya sembelih satu ekor sapi,” ungkap Nasrul.
Nasrul juga mengatakan, harga daging sapi perkilogram dibaderol Rp150.
“Harga itu tidak berubah semenjak bulan ramadan kemarin,” ulasnya.
Terpisah, Kabid Pertenakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marini Jamal mengatakan, PMK tidak mengurangi kualitas daging serta tidak dapat menular bagi manusia.
“Ia, berdasarkan pantauan kami, PMK tidak mempengaruhi daya beli masyarakat maupun penjualan,” kata Marini.
Lagian, katanya lagi, belum ada satupun kasus penyebaran PMK dari hewan ke manusia.
“Hewan yang terkena PMK tidak berpengaruh terhadap manusia jika dikonsumsi dagingnya,” jelas Kabid itu.
Pemkot Pariaman telah menyosialisasikan terkait pengaruh serta dampak PMK ke warga kota itu.






