Kota Solok, Klikpositif – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok secara resmi membuka rangkaian kegiatan Hari Amal Bhakti (HAB)ke-80 Kemenag RI, Senin (8/12/2025). Peringatan HAB menjadi momentum untuk mendukung penanggulangan dampak bencana di daerah.
Di tengah suasana bencana, peringatan HAB ke-80 Kemanag di Kota Solok dilaksanakan secara sederhana. Hal tersebut sejalan dengan imbauan Kemenag RI agar peringatan HAB lebih difokuskan pada kegiatan sosial, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
Kepala Sub bagian Tata Usaha (Kasubbag TU), H. Adrinoviyan, menyampaikan, pembukaan HAB Kemenag ke-80 dilaksanakan serentak secara nasional, berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemenag RI Nomor 39 Tahun 2025.
Ia juga menegaskan arahan khusus dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat terkait pelaksanaan kegiatan di daerah terdampak bencana.
โUntuk daerah yang terdampak bencana, diimbau agar pelaksanaan pembukaan HAB tidak menggunakan unsur hiburan seperti musik, dan seluruh bentuk kegiatan yang bersifat hura-hura ditunda. Mari kita laksanakan kegiatan yang lebih menyentuh masyarakat, bernuansa sosial, dan penuh empati,โ tegas H. Adrinoviyan.
Peringatan HAB Kemenag ke-80 tahun mengusung tema sentral โUmat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.โ Tema tersebut diimplementasikan melalui rangkaian kegiatan yang lebih mengedepankan bakti sosial, pelayanan umat, serta penguatan nilai-nilai kerukunan antar umat beragama.
Ketua Pelaksana HAB Kemenag Kota Solok, Yulfian, menyampaikan, seluruh rangkaian HAB Kemenag ke-80 di Kota Solok akan berorientasi pada kegiatan sosial dan pelayanan umat.
Sesuai arahan, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan kepedulian dan keberpihakan Kemenag kepada masyarakat, bukan sekadar euforia perayaan. “Kami berharap tema โUmat Rukun dan Sinergiโ benar-benar terefleksi dalam aksi nyata di lapangan,โ ujar Yulfian.
Rangkaian kegiatan HAB Kemenag ke-80 di Kota Solok akan terus berlangsung hingga puncak peringatan yang dijadwalkan pada awal tahun 2026 mendatang, dengan berbagai agenda sosial dan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.






