Sabtu, 07 Nov 2026 - 14:24 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Gunakan Biopestisida Pada Tanaman Jeruk, Ini Manfaat yang Dirasakan Petani

Seorang petani di kawasan Batu Palano Kecamatan Sungai Puar Kabupaten Agam - Sumbar mengaku mendapatkan banyak manfaat ketika menggunakan biopestisida atau pestisida organik pada tanamannya

redaksi
Selasa, 16 Mar 2021 | 07:53 WIB
Yendril

Yendril (Petani asal Batu Palano)

Share on FacebookShare on Twitter

AGAM, KLIKPOSITIF – Seorang petani di kawasan Batu Palano Kecamatan Sungai Puar Kabupaten Agam – Sumbar mengaku mendapatkan banyak manfaat ketika menggunakan biopestisida atau pestisida organik pada tanamannya.

Salah satu manfaat yang dirasakannya adalah keamanan dan kenyamanan, baik saat melakukan penyemprotan, maupun pasca penyemprotan.

“Sebelumnya saya pakai biopestisida kimia atau an organik. Kalau disemprotkan ke tanaman, saya harus hati-hati, karena racunnya bisa mengganggu pernafasan. Baunya juga lengket ke wajah dan pakaian,” tutur Yendril, petani asal Batu Palano, Senin 15 Maret 2021 kemarin.

Namun berbeda ketika menggunakan biopestisida, dirinya merasa aman, karena tidak ada efek samping yang dirasakan.

“Kalau pakai biopestisida ini, tak pakai masker pun tak apa-apa. Aman, karena bahannya alami semua. Yang jelas, tidak menganggu pernafasan, aromanya juga wangi,” papar Yendril.

Selain itu, Yendril juga mengakui jika biopestisida yang dipakainya bisa membuat hama kutu putih atau kutu kebul menghilang dari tanamannya.

Baca Juga

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB

“Bagi kami petani, ini yang paling sulit diatasi. Kutu kebul ini sangat mengganggu tanaman. Tapi dengan biopestisida yang saya pakai, Alhamdulillah kutu kebulnya jauh berkurang,” lanjutnya.

Ketika ditanya produk biopestisida yang dipakai, dengan tersenyum Yendril menyebut jika dirinya menggunakan biopestisida buatan lokal dari bahan baku serai wangi dan getah pinus.

“Meskipun produk lokal, tapi sangat ampuh. Namanya Biopestisida Talakak, yang merupakan turunan dan Karbol Tasarai. Tak hanya bisa mengatasi kutu kebul, biopestisida Talakak ini juga bisa membuat daun tanaman menjadi cerah karena subur, menghilangkan embun jelaga serta hama lainnya,” jelas Yendril. (klik di sini untuk melihat videonya).

Tags: AgamBiopestisidaBiopestisida TalakakPestisida OrganikPetaniTalakak

Berita Lainnya

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB
Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam sudah mencapai 55 Persen (Tim Media Satgas PRR)

Kucurkan Anggaran Rp 3,53 Miliar dari TKD Tambahan, Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam Capai 55 Persen

Jumat, 16 Okt 2026 | 20:50 WIB

Agam Percepat Pembangunan Huntap bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Rabu, 14 Okt 2026 | 19:31 WIB
Selanjutnya
Viral rumah di perbatasan Indonesia - Malaysia

Viral Rumah Warga di Perbatasan, Tidur di Indonesia Makan di Malaysia

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara