Rabu, 21 Okt 2026 - 18:12 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Adv

Agam Percepat Pembangunan Huntap bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Haswandi
Rabu, 14 Okt 2026 | 19:31 WIB
Share on FacebookShare on Twitter
promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF – Percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Agam dalam upaya memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari penyelesaian kendala lahan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait agar pembangunan hunian bagi masyarakat dapat segera terlaksana.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, saat menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam dan tim Satuan Kerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI di Rumah Dinas Wakil Bupati Agam, Lubuk Basung, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan Tim PRR yang dipimpin Kombes Pol. Dennie Andreas Dharmawan, S.I.K., tersebut bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Agam, termasuk melihat perkembangan serta kendala yang dihadapi dalam proses pemulihan terutama percepatan dalam Pembangunan Huntap.

Sementara itu tim Satuan Kerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia yang dipimpin Ridho Ruzika, S.T., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dalam kunjungan ini bertujuan untuk mempercepat proses pekerjaan huntap di Kabupaten Agam, khususnya melalui koordinasi teknis dan penanganan kendala yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan.

Progress Huntap di Agam

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Muhammad Iqbal memaparkan setiap progress yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Agam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, terutama perkembangan pembangunan huntap mandiri dan huntap kolektif di Kabupaten Agam.

Untuk Pembangunan huntap mandiri direncanakan akan dibangun sebanyak 1070 unit, dan sudah mulai dikerjakan sebanyak 92 unit dan sudah selesai dibangun sebanyak 6 unit.

Baca Juga

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB

Yang menjadi kendala dalam pembagunan huntap mandiri ini adalah persoalan tanah, dimana syarat untama dalam Pembangunan huntap mandiri ini adalah di atas tanah milik pribadi yang aman dan jauah dari zona kawasan bencana.

Sementara itu untuk huntap kolektif direncanakan sebanyak 520 unit pada dua lokasi, yakni Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang sebanyak 80 unit yang didanai oleh Kementerian PKP dengan luas lahan sekitar 1,1 hektare dan progres pekerjaan saat ini telah mencapai 15 persen.

Sementara itu, pembangunan huntap di lahan eks HGU PT Inang Sari direncanakan sebanyak 440 unit di atas lahan seluas 10 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 280 unit didanai Kementerian PKP, sedangkan 160 unit lainnya didukung oleh Buddha Tzu Chi.

“Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, terutama dalam penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Kita ingin proses pembangunan ini berjalan dengan lancar, sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” ujar Muhammad Iqbal.

Namun, pelaksanaan pembangunan di lahan eks HGU PT Inang Sari menghadapi kendala terkait pemanfaatan lahan yang masih digunakan masyarakat penggarap namun, Pemda Kabupaten Agam telah melakukan musyawarah dan berdiskusi bersama dengan niniak mamak, tokoh masyarakat dalam mencarikan solusi agar lahan ini bisa digunakan tanpa merugikan pihak masyarakat.

Wakil Bupati menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam mengatasi berbagai hambatan di lapangan.

“Kita berharap melalui koordinasi dan dukungan semua pihak, berbagai kendala yang masih ada dapat diselesaikan bersama. Percepatan pembangunan huntap ini sangat penting agar masyarakat terdampak bencana memperoleh kepastian tempat tinggal yang aman dan layak,” tegasnya.

Kawal Proses Pembangunan

Sementara itu, Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi, Kombes Pol. Dennie Andreas Dharmawan, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan di lapangan agar berjalan lancar dan tidak mengalami kendala yang dapat menghambat pelaksanaannya.

“Kami akan terus mengawal proses pembangunan di lapangan agar berjalan sesuai rencana. Untuk itu, kami menyarankan Pemerintah Kabupaten Agam membentuk posko koordinasi guna mempermudah penyelesaian berbagai permasalahan yang muncul di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur terkait, termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan, dalam posko tersebut. Dengan demikian, pengawalan dan pengamanan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan di Kabupaten Agam dapat dilakukan secara bersama-sama, sehingga berbagai kendala dapat segera ditangani.

Pemerintah Kabupaten Agam berharap sinergi antara pemerintah daerah, Satgas PRR, kementerian terkait, serta seluruh pihak yang terlibat dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dengan demikian, kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama hunian yang aman dan layak, dapat terpenuhi secara bertahap.

Promo Menara Agung Padang
Tags: AgamHuntap AgamPemkab Agam

Berita Lainnya

Jembatan Bukik Batabuah Agam diperlebar menjadi 8 meter, yang mencakup lebar badan jalan enam meter dan bahu jalan di kiri-kanan masing-masing satu meter pascabencana (Dok.Tim Media Satgas PRR)

Jembatan Bukik Batabuah Agam Diperlebar Jadi 8 Meter

Rabu, 21 Okt 2026 | 15:32 WIB
Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun hingga akhir tahun 2026 ini (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Lima Jembatan di Agam Sedang Dibangun, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Okt 2026 | 12:20 WIB
Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam sudah mencapai 55 Persen (Tim Media Satgas PRR)

Kucurkan Anggaran Rp 3,53 Miliar dari TKD Tambahan, Pembangunan Jembatan Bukik Batabuah Agam Capai 55 Persen

Jumat, 16 Okt 2026 | 20:50 WIB

Koto Gadang, Nagari Tanpa Sumur Bor

Jumat, 9 Okt 2026 | 16:34 WIB
Selanjutnya

Laksamana Muda Sarimpunan Tanjung Pamit, Fadly Amran Berharap Sinergi Pemko Padang dan Kodaeral II Tetap Berlanjut

Tinggalkan komentar
Sumatera Pulih
Promo Menara Agung Padang
Iklan Pln Klikpositif
Pajero Sport Padang

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara