Rabu, 30 Sep 2026 - 23:21 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Gondang Boroguang dan Tari Mulo Pado: Bukti Kesenian Lokal Tak Lekang oleh Musik Digital

Kiki Julnasri
Rabu, 30 Sep 2026 | 16:30 WIB
Sanggar Tari Gondang Goroguang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman di Taman Budaya Sumbar, Selasa (29/9/2026)

Sanggar Tari Gondang Goroguang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman di Taman Budaya Sumbar, Selasa (29/9/2026)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Di tengah derasnya arus musik digital, kesenian tradisi Minangkabau justru menunjukkan daya tahannya. Dua sanggar seni dari Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Tanah Datar tampil memukau pada ajang Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumbar Saraso Fest 2026, Selasa (29/9/2026).

Mereka hadir dengan satu misi yang sama: mempertahankan kesenian lokal agar tidak tenggelam oleh zaman.

Kesenian asli Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, Sanggar Tari Gondang Goroguang membuka penampilan dengan alunan musik tradisional yang khas. Gondang Boroguang merupakan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat sebagai bentuk ekspresi seni, hiburan, sekaligus bagian dari kegiatan sosial dan budaya.

Perpaduan gondang, gong, pelempong, dan rupanung menciptakan irama yang menggambarkan semangat, kegembiraan, dan kebersamaan masyarakat Minangkabau. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antar masyarakat dan menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Ketua Kelompok Grup Gondang Boroguang, Fatmawati, mengatakan kesenian ini telah hidup sejak lahirnya Nagari Lubuk Gadang. Menurutnya, kesenian tersebut terus abadi dari generasi ke generasi.

“Jadi kami ada sanggar tari, ada sanggar gondang boroguang, yang turun dari generasi ke generasi. Yang tampil ini memang maestro-maestro yang kami bawa ke sini,” ungkapnya usai pementasan.

Menurut Fatmawati, secara tidak langsung Gondang Goroguang tetap hidup di kampung halaman meski tanpa sanggar formal. Namun sejak 2008, mereka membentuk kelompok secara resmi agar kesenian ini teradministrasi, terkendali, terberdaya terus-menerus, dan dilestarikan.

“Bukan lansia, tapi memang ada yang lansia, ada yang tidak. Yang tampil malam ini memang para maestro,” katanya.

Baca Juga

Saat Pado-Pado Bertemu Musik Digital, Dimas Merawat Saluang Pauh Lewat Kreasi, Selasa (29/9/2026)

Saat Pado-Pado Bertemu Musik Digital, Dimas Merawat Saluang Pauh Lewat Kreasi

Rabu, 30 Sep 2026 | 14:22 WIB
Teater Balai Bukittinggi Bawa Ronggiang Pasaman Barat ke Panggung Fisikal Saraso Fest 2026, Selasa (29/9/2026).

Menghidupkan Jiwa Gadi Bujang, Teater Balai Bukittinggi Bawa Ronggiang Pasaman Barat ke Panggung Fisikal Saraso Fest 2026

Rabu, 30 Sep 2026 | 13:47 WIB

Selain untuk pengembangan, Sangar Godang Goroguang akan terus memperluas ke generasi. Lanjutnya,
ke depan, sanggar berencana mengenalkan Gondang Goroguang kepada anak-anak sekolah dasar.

“Rencana kami sekarang mau menerangkan kepada anak-anak SD melalui sekolah-sekolah dasar. Melalui sekolah dasar akan dikembangkan gondang goroguang,” jelas Fatmawati.

Sementara, Kesenian Asal Tanah Datar, tidak kalah memukau. Tari Mulo Pado, diangkat Kisah Nenek Moyang dari Gunung Marapi, saat menatap permukiman.

Dari Kabupaten Tanah Datar, Sanggar Mulo Pado asal Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, tampil membawakan Tari Mulo Pado dan Saluang Klasik.

Tari Mulo Pado merupakan kesenian tradisional Minangkabau yang menggambarkan kehidupan, pergaulan, dan kebersamaan masyarakat melalui gerak tari yang dinamis dan ekspresif. Tarian ini mengandung nilai kebersamaan, kekompakan, kesopanan, dan semangat gotong royong.

Ketua Sanggar, Syamwir, menjelaskan sanggarnya telah berdiri sekitar 10 tahun. Selain Tari Mulo Pado, sanggar juga melatih randai dan shalawat dengan jumlah anggota randai mencapai sekitar 70 orang.

“Tari Mulo Pado bercerita tentang nenek moyang kita sabalun alun barabalun,” ujar Syamwir.

Ia mengisahkan legenda yang diabadikan dalam tarian tersebut. Dikisahkan, samulo Gunung Marapi sagadang taluah itiek. Ketika aia tasentak naik dan bumi basenyak turun, di sanalah nenek moyang berada.

“Jadi setelah Mulo Pado, ia basentak turun, bumi basentak naik. Jadi marantaklah limo kali,” tuturnya dalam bahasa Minang.

Setelah terlihat Batu Sambilan Jamba dari Gunung Marapi, tampaklah jalan turun. Nenek moyang pun gembira, lalu dikibarkan kain sebagai tanda syukur. Mereka meminta maaf kepada bumi Allah dan memohon ampun kepada Allah. Dari kisah inilah lahir Tari Mulo Pado.

Penampilan musik diiringi lima pemain dengan dendang Singkarak Lamo, dendang yang menggambarkan hati yang sedang gundah dan bersedih.

Penampilan kedua sanggar ini menjadi bukti bahwa kesenian lokal Minangkabau masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah gempuran musik digital, para maestro dan generasi penerus terus berupaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.

Tags: Gondang Boroguang dan Tari Mulo Pado Bukti Kesenian Lokal Tak LekangPKD SumbarSaraso Fest 2026 Digelar

Berita Lainnya

Saat Pado-Pado Bertemu Musik Digital, Dimas Merawat Saluang Pauh Lewat Kreasi, Selasa (29/9/2026)

Saat Pado-Pado Bertemu Musik Digital, Dimas Merawat Saluang Pauh Lewat Kreasi

Rabu, 30 Sep 2026 | 14:22 WIB
Teater Balai Bukittinggi Bawa Ronggiang Pasaman Barat ke Panggung Fisikal Saraso Fest 2026, Selasa (29/9/2026).

Menghidupkan Jiwa Gadi Bujang, Teater Balai Bukittinggi Bawa Ronggiang Pasaman Barat ke Panggung Fisikal Saraso Fest 2026

Rabu, 30 Sep 2026 | 13:47 WIB

Kelincahan Tari Tupai Janjang hingga Gerak Penuh Makna, Kesenian Solok Tampil di Saraso Fest

Selasa, 29 Sep 2026 | 14:29 WIB

Tupai Janjang dan Talempong Uwaik-Uwaik, Dua Warisan Agam yang Hidup di Panggung Saraso Fest

Selasa, 29 Sep 2026 | 13:00 WIB
Selanjutnya

Dibuka Bunda PAUD Kota Padang, Guru TK Aisyiyah Belajar Memanfaatkan AI

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara