Jumat, 02 Okt 2026 - 04:45 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Gamad Melayu di Padang Jadi Perekat Multietnis, Tampil di PKD Saraso Fest 2026

Kiki Julnasri
Kamis, 1 Okt 2026 | 14:13 WIB
Perkumpulan Gamad Malayu Kumbang Jati Kota Padang di PKD Saraso Sumbar 2026, Rabu (30/9/2026)

Perkumpulan Gamad Malayu Kumbang Jati Kota Padang di PKD Saraso Sumbar 2026, Rabu (30/9/2026)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Musik Gamad Melayu yang tampil di Panggung Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumbar Saraso Fest 2026, Rabu (30/9/2026) malam, menyimpan kisah unik tentang keterbukaan orang Minangkabau terhadap pendatang.

Di atas panggung, Perkumpulan Gamad Malayu Kumbang Jati Kota Padang membawakan lagu-lagu Minang bergenre Melayu dan Gamad dengan instrumen gitar, gendang, pionika, biola, hingga piano. Namun yang paling menarik bukan sekadar alunan musiknya, melainkan siapa yang memainkannya.

Perkumpulan yang sudah berdiri sejak 1969 ini beranggotakan sekitar 20 orang dari berbagai etnis di Indonesia. Ada Minang, Melayu, Nias, hingga Tionghoa. Mereka berlatih rutin setiap Minggu pukul 14.00 WIB di Seberang Palinggam.

β€œAnggota kita semua etnis ada. Ada dari China, ada dari Nias, ada dari Melayu, ada juga Minang, campur,” ungkap Ketua Perkumpulan Gamad Malayu Kumbang Jati Kota Padang, Yulius Patlan, usai pementasan.

Yulius sendiri bukan orang Minang. Ia asli Nias yang lahir dan besar di Padang. Kecintaannya pada Gamad sudah tumbuh sejak kecil.

β€œKalau saya sendiri mulai dari saya kecil lah, SD. Tapi pegang alat musiknya semenjak kelas satu SMP sampai sekarang ini,” ujarnya.

Menurut Yulius, Gamad memang bukan genre yang eksklusif untuk orang Minang. Musik pesisir khas Kota Padang ini lahir dari akulturasi budaya multietnik di kawasan pelabuhan.

β€œGamad kita ini genrenya bukan khusus Minang tapi umum. Fokus kita ke lagu Melayu dan lagu gamad,” tegasnya.

Perkumpulan ini dulunya bernama Jamak Cepaka Putih, kemudian berganti menjadi Cepaka Biru, Kumancari, hingga kini Kumbang Jati. Kini mereka telah berbadan hukum dengan akta notaris dan terus berkembang.

Baca Juga

Komposer muda asal Kota Padang, Rofi Rahmatullah di Panggung PKD Saraso Fest Sumbar 2026 bersama rekannya, Rabu (30/9/2026), malam

Rofi Rahmatullah Tuangkan Duka Banjir Bandang Batu Busuk Lewat Komposisi RASA di Saraso Fest 2026

Kamis, 1 Okt 2026 | 16:40 WIB
Tari Indang Piaman, Rabu (30/9/2026), malam

Saraso Fest 2026 Meriah: Indang Tradisi Piaman dan Piriang Balenggek Sawahlunto Naik Panggung

Kamis, 1 Okt 2026 | 12:21 WIB

Yulius berharap generasi muda mau mencintai dan melanjutkan tradisi Gamad. Pihaknya membuka pintu lebar bagi anak-anak muda untuk dibina, termasuk mereka yang berasal dari basic musik modern seperti band.

β€œKesan kita supaya generasi muda dapat mencintai gamad. Kalau tidak ada generasi muda siapa lagi yang melanjutkan. Sekarang saya yang muda, besok saya akan tua. Harusnya ada tunas-tunas yang akan naik,” katanya.

Penampilan Gamad Melayu Kumbang Jati di PKD Sumbar Saraso Fest 2026 menjadi bukti falsafah Minangkabau yang memuliakan tamu. Di tangan para perantau dan warga lokal, tradisi pesisir ini justru terus hidup dan berkembang lintas etnis.

Tags: Gamad Melayu di Padang Jadi Perekat MultietnisPKD Saraso Fest 2026PKD SumbarSaraso Fest 2026 Digelar

Berita Lainnya

Komposer muda asal Kota Padang, Rofi Rahmatullah di Panggung PKD Saraso Fest Sumbar 2026 bersama rekannya, Rabu (30/9/2026), malam

Rofi Rahmatullah Tuangkan Duka Banjir Bandang Batu Busuk Lewat Komposisi RASA di Saraso Fest 2026

Kamis, 1 Okt 2026 | 16:40 WIB
Tari Indang Piaman, Rabu (30/9/2026), malam

Saraso Fest 2026 Meriah: Indang Tradisi Piaman dan Piriang Balenggek Sawahlunto Naik Panggung

Kamis, 1 Okt 2026 | 12:21 WIB
Tari Turuk Lagai anak-anak muda Mentawai di Panggung Saraso Fest 2026, Rabu (30/9/2026).

Bukan Sekadar Tarian, Turuk Lagai Cara Anak Muda Maileppet Jaga Warisan Leluhur Mentawai di Saraso Fest 2026

Kamis, 1 Okt 2026 | 11:08 WIB
Sanggar Tari Gondang Goroguang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman di Taman Budaya Sumbar, Selasa (29/9/2026)

Gondang Boroguang dan Tari Mulo Pado: Bukti Kesenian Lokal Tak Lekang oleh Musik Digital

Rabu, 30 Sep 2026 | 16:30 WIB
Selanjutnya
Rawit Merah (net)

Awal Oktober, Harga Cabai Rawit Hijau di Padang Naik, Rawit Merah Tembus Rp84 Ribu

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara