Jumat, 03 Apr 2026 - 04:43 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Gempa Bisa Dideteksi dari Pola Awan

Awan aneh ini bentuknya memanjang seperti asap yang ke luar dari pesawat

redaksi
Sabtu, 9 Feb 2019 | 11:36 WIB
Pengamatan awan gempa dari Kota Padang

Pengamatan awan gempa dari Kota Padang (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Ada beberapa tanda-tanda peringatan akan adanya gempa bumi yang digunakan peneliti untuk mengetahui akan terjadinya gempa misalnya kelakuan binatang-binatang yang tidak seperti biasanya, pengaruh astrologi, pergerakan bawah air tanah dan formasi awan yang aneh (awan gempa), yang muncul seminggu atau beberapa hari sebelum terjadinya gempa bumi.

Awan gempa adalah awan yang diduga sebagai tanda akan terjadinya gempa bumi. Awan aneh ini bentuknya memanjang seperti asap yang ke luar dari pesawat. Metoda inilah yang digunakan Kepala Bidang Geologi dan Airtahan Dinas ESDM Sumatera Barat (Sumbar) Nuzuwir untuk mewaspadai dan melihat tanda setelah beberapa hari gempa berturut – turut di Sumbar.

“Dari pengamatan saya di Padang, masih terlihat beberapa pola awan gempa. Dari tanda itu ada bisa terjadi gempa dalam rentang 7 hari hingga 23 hari setelah tanda terlihat,” jelasnya saat dihubungi KLIKPOSITIF, Jumat, 8 Februari 2019.

Dia menjelaskan, beberapa hari belakangan masih tampak tanda awan gempa. Terutama pola awan seperti tali yang tegang seperti tanda gempa Palu beberapa waktu lalu. Bahkan ada awan yang menunjukkan masuk dalam kuadran 1 dan 4 yang pusat gempanya dari Megathrust Mentawai.

Awan – awan tersebut terangnya, dipengaruhi oleh gelombang eloktromagnetik energi yang dilepas pusat gempa sehingga membentuk tanda di langit, sama seperti kinerja kilat yang mempengaruhi pola awan. Selain itu jika bisa dilihat dari Aurora pancaran cahaya gempa

Baca Juga

Gempa 4,2 Guncang Pesisir Selatan, Getarannya Terasa Hingga Padang

Kamis, 22 Jan 2026 | 09:48 WIB
Momen peletakkan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan fly over Sitinjau Lauik

Resmi Dibangun, Bangunan Fly Over Sitinjau Lauik Bakal Dirancang Tahan Gempa

Senin, 5 Mei 2025 | 08:35 WIB

“Metoda ini saya kembangkan sejak gempa 2004 lalu di Sumbar. Namun tetap saja semua di dunia ini adalah kuasa Allah dan kita tidak bisa memastikan kapan terjadi bencana,” ulasnya.

Tapi, pada intinya menurut Nuzuwir adalah mitigasi dan kesiapansiagaan bencana sehingga ketika terjadi bencana masyarakat sudah siap dan tahu apa yang akan mereka lakukan. “Kesiapansiagaan bencana menjadi kata kunci, sehingga masyarakat tidak kikuk saat bencana terjadi,” tukasnya.

Sebelumnya beberapa pakar gempa dan tsunami berkumpul di Kota Padang, mereka sepakat tahun ini masa pelepasan energi megathrust Mentawai dan telah dimulai dengan beberapa gempa pembuka.

Peneliti Utama LIPI sekaligus Ahli Geologi dan Gempa Bumi, Dr. Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, mudah-mudahan energi tersebut lepas secara perlahan sehingga tidak menimbulkan gempa 8,8 Skala Richter yang bisa menyebabkan 10 meter tsunami terutama di daerah Mentawai dan Kota Padang.

[Joni Abdul Kasir]

Tags: Gempa

Berita Lainnya

Gempa 4,2 Guncang Pesisir Selatan, Getarannya Terasa Hingga Padang

Kamis, 22 Jan 2026 | 09:48 WIB
Momen peletakkan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan fly over Sitinjau Lauik

Resmi Dibangun, Bangunan Fly Over Sitinjau Lauik Bakal Dirancang Tahan Gempa

Senin, 5 Mei 2025 | 08:35 WIB

Berikut Penjelasan BMKG Terkait Gempa Padang Pariaman

Senin, 16 Des 2024 | 13:15 WIB

Gempa Laut Guncang Agam, Kedalaman 10 KM

Kamis, 12 Des 2024 | 13:55 WIB
Selanjutnya
Gunung Marapi

Pendaki Asal Pekanbaru Terjatuh di Gunung Marapi

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara