Rabu, 09 Sep 2026 - 15:32 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Enam Permainan Tradisional yang Bisa Melatih Motorik Anak

Permainan tradisional jadi sarana untuk meningkatkan kemampuan motorik anak

Fitria Marlina
Rabu, 8 Feb 2023 | 07:18 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Permainan tradisional salah satu hal yang bisa melatih motorik anak. Selain itu, permainan ini juga memiliki banyak manfaat untuk menghindari anak kecanduan gawai.

Permainan tradisional jadi sarana untuk meningkatkan kemampuan motorik anak. Aktivitas yang mereka lakukan dapat mengasah kemampuan motorik kasar dan halusnya.

Motorik kasar melibatkan kelompok otot besar. Termasuk lengan, betis, kaki, dan seluruh tubuh. Gerakan yang melibatkan otot besar, yakni berlari, melompat, melempar, menangkap, dan merangkak.

Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa permainan tradisional Indonesia yang bisa melatih anak. Berikut jenis permainannya.

1. Lompat Tali atau Karet

Permainan lompat karet hampir mirip dengan lompat tali. Bedanya, tali yang digunakan terbuat dari karet gelang yang disambung. Permainan ini memiliki tingkat kesulitan yang beragam.

Caranya, dua pemain berjaga memegang tali di kedua sisi. Kemudian, mereka memosisikan karet dari lutut hingga kepala. Manfaatnya, yakni meningkatkan kemampuan gerak tubuh, terutama dalam melompat.

Baca Juga

.

Berlari atau Lompat Tali, Mana yang Membakar Lebih Banyak Kalori?

Jumat, 28 Jan 2022 | 09:01 WIB

2. Dampu atau engklek

Sebelum memulai, pemain harus membuat petak-petak di permukaan tanah menggunakan kapur. Kemudian, mereka melempar benda seperti batu ke dalam petak sesuai dengan urutannya.

Selanjutnya, pemain akan melompat dari satu petak ke petak lainnya menggunakan satu kaki. Permainan ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan gerak dan keseimbangan tubuh.

3. Galasin atau gerobak sodor

Ini adalah permainan kelompok yang terdiri dari 4 orang di setiap regu. Intinya, setiap anggota regu harus berusaha melewati garis yang dijaga dan dihadang oleh anggota regu lawan, sampai mencapai finish.

Permainan ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan fisik, seperti menghindar dan berlari. Manfaat yang diperoleh selain dari segi motorik, yakni belajar menyusun strategi dan membaca gerak tubuh lawan.

4. Bola bekel

Permainan ini bermanfaat untuk melatih motorik halus anak, seperti jari dan pergelangan tangan. Pertama-tama, pemain harus melempar bola dan menangkapnya kembali sebelum terpantur sebanyak dua kali.

Di saat yang bersamaan, pemain juga harus mengambil biji satu persatu atau mengubah posisi biji bekel sesuai dengan aturan mainnya. Permainan ini juga mampu meningkatkan konsentrasi dan keterampilan anak.

5. Layangan

Layangan menjadi salah satu permainan tradisional yang masih dimainkan hingga saat ini. Umumnya dilakukan oleh anak laki-laki dan bergantung pada cuaca, serta hembusan angin.

Karena membutuhkan faktor alam, permainan ini tidak bisa dimainkan setiap saat. Manfaatnya yakni meningkatkan motorik halus pada bagian tangan. Terutama saat menarik, mengulur, dan mengendalikan layangan.

6. Petak jongkok

Petak jongkok bisa dimainkan di mana pun, karena tidak memerlukan alat khusus. Konsepnya sangat sederhana, yakni dengan menunjuk salah satu pemain menjadi penjaga yang bertugas mengejar anak lainnya.

Agar tidak tersentuh dan bergantian menjadi penjaga, pemain harus berjongkok. Permainan ini bermanfaat untuk melatih motorik kasar anak, juga meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan fisiknya.

Hal yang perlu diingat, orang tua disarankan untuk mengawasi ketika anak sedang bermain, terutama untuk permainan yang melibatkan kekuatan, kecepatan, dan ketangkasan. Jika terjadi cedera dalam melakukan permainan di atas, silakan tanya dokter dan janji rumah sakit untuk melakukan perawatan.

Tags: Lompat taliPermainan Tradisional

Berita Lainnya

.

Berlari atau Lompat Tali, Mana yang Membakar Lebih Banyak Kalori?

Jumat, 28 Jan 2022 | 09:01 WIB
Selanjutnya

Pemilu 2024, Dapil DPRD Kota Padang Bertambah

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara