Selasa, 22 Sep 2026 - 05:27 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Dari Dua Batang Pisang, Petani Tamat SD Sukses Kembangkan Pisang Kepok Tanjung Bersertifikat

Kebun indukan pisang Kepok seluas 11 hektar yang dimilikinya bermula dari dua batang bibit pisang Kepok yang dimintanya kepada salah seorang tetangga sekitar tahun 2011 silam

redaksi
Sabtu, 29 Feb 2020 | 18:11 WIB
Firdasu alias Pak Kasih saat panen pisang Kepok Tanjung di Kebunnya di Batu Palano, Selayo-Kab. Solok

Firdasu alias Pak Kasih saat panen pisang Kepok Tanjung di Kebunnya di Batu Palano, Selayo-Kab. Solok (KLIKPOSITIF)

Share on FacebookShare on Twitter

SOLOK, KLIKPOSITIF – Pisang Kepok Tanjung, mungkin masih belum begitu familiar di telinga masyarakat kabupaten Solok, namun di tangan petani asal Selayo ini, pisang dengan cita rasa enak dan berbuah banyak tersebut, sudah mulai dikenal luas di Indonesia.

Bahkan, petani yang hanya tamat SD tersebut harus kewalahan untuk memenuhi permintaan bibit yang datang dari berbagai daerah, baik Sumatra maupun daerah lainnya di pulau Jawa. Permintaan bibit pisang Kepok bisa mencapai puluhan ribu setiap bulannya.

Baca Juga

Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA

Ketika Minyak Mahal Bertemu ‘Hot Money’

Senin, 14 Sep 2026 | 13:30 WIB

Orang Kaya Baru dari AI Mulai Mengubah Gaya Hidup Mewah

Kamis, 10 Sep 2026 | 07:11 WIB

Adalah bapak Firdaus (48) warga Jorong Batu Palano, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, pria yang akrab disapa bapak Kasih ini merupakan satu-satunya penangkar pisang Kepok di Sumatra Barat yang bersertifikat, bahkan di Indonesia.

Bagaimana kisahnya, berikut penelusuran KLIKPOSITIF.Com di kediaman Bapak Firdaus.

Siang itu cuaca di nagari Selayo tidak begitu terik, usai salat Jum'at kami langsung bergegas menuju kediaman pak Firdaus, sebelumnya kami sudah berjanji via telpon untuk melihat langsung penangkaran pisang Kepok yang sudah dilakoninya sejak tahun 2011.

Kediaman Bapak tujuh anak ini tidak begitu jauh dari pusat Nagari Selayo, hanya sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor. Jalan menuju lokasi penangkaran juga terbilang sudah bagus. Bisa juga dengan kendaraan roda empat.

Tidak sulit mencari kediaman Pak Kasih, dari kantor jorong Batu Palano nanti belok kanan di pertigaan pertama. Kalau tidak tahu arah, tanya saja sama warga, Pak Kasih Penangkar pisang Kepok, pasti ditunjukkan jalannya.

Sekitar 300 meter perjalan, kita akan disuguhkan pemandangan kebun pisang yang cukup luas di sebelah kanan jalan, persis di seberang kebun pisang, kediaman pak Kasih. ada plank merek kelompok Tani Sarumpun Saiyo, maklum beliau juga ketua kelompok tani.

Sepintas, ada yang tidak biasa dengan pisang yang ada di kebun milik Pak Firdaus, tandan buah nya begitu besar bahkan diperkirakan sekitar 1,5 meter panjangnya, di ujung tandan, tidak ada jantung seperti pisang umumnya. Rupanya itulah pisang Kepok Tanjung (Pisang Batu tanpa jantung).

“Kalau yang ini, isi tandan pisangnya sekitar 350 buah, kalau yang sudah matang itu sekitar 200 biji, karena sering diambil anaknya, jadi buahnya sedikit tapi besar-besar,” ungkap Pak Kasih sembari menunjuk tandan pisang yang sudah terlihat sedikit menguning itu.

Dikisahkannya, Kebun indukan pisang Kepok seluas 11 hektar yang dimilikinya bermula dari dua batang bibit pisang Kepok yang dimintanya kepada salah seorang tetangga sekitar tahun 2011 silam.

Katanya, tetangganya, pisang itu diberi oleh petugas Balitbu.

Awalnya, dua batang anak pisang tersebut ditanamnya di sebidang tanah di depan rumah. Lama-kelamaan berkembang dan dipindahkan ke lahan lainnya, sekitar 4 tahun, jumlah pisang yang dimilikinya mencapai sekitar 3 ribu batang di areal seluas 11 hektar.

Lambat laun, usahanya menangkar kan bibit pisang mulai dikenal masyarakat. Tak sedikit yang datang membeli bibit pisang kepadanya. Masyarakat sangat tertarik, karena jumlah pisang per tandannya sangat banyak dibanding pisang Batu biasa.

Dari situlah, Ia bersama istri kemudian semakin serius menggeluti usaha pembibitan pisang Kepok Tanjung dan pemasarannya sudah tidak hanya lokal, bahkan sudah merambah nasional.

“Banyak pesanan bibit yang masuk ke kita, ada dari Aceh, Jambi, Kalimantan, Bandung, Malang dan daerah lainnya, dan tidak tertampung semuanya, peluang usaha penangkaran bibit pisang masih terbuka lebar,” terangnya.

Ada dua jenis anak pisang Kepok yang dijualnya, pertama, anakan yang langsung diambil dari rumpun pisang induk. Untuk yang ini harganya Rp30 ribu per batang. Sementara anakan pisang yang disemai dengan bonggol di jual Rp20 ribu per batang.

Diakuinya, dalam satu bulan, permintaan bibit pisang Kepok bisa mencapai puluhan ribu batang. Namun hanya sebagian kecil yang mampu terpenuhi. Itupun sudah dibantu anggota kelompok tani Sarumpun Saiyo yang diketuainya.

“Ada yang sekali pesan 8 ribu batang, ada yang ratusan, kalau kondisi sekarang terpaksa ambil yang kecil-kecil (ratusan) soalnya kalau yang besar tidak bisa terpenuhi,” terangnya.

Omset penjualan pisang dan bibit pisang yang dilakoni pak Kasih bisa mencapai puluhan juta setiap bulannya. Tergantung ketersediaan bibit pisang, rata-rata dirinya bersama anggota kelompok baru bisa memenuhi permintaan sampai seribu batang lebih setiap bulannya.

Tekad Jadikan Selayo Sebagai Sentra Pisang Kepok

Secara nilai ekonomis, pisang Kepok lebih menjanjikan dibanding jenis pisang lainnya. Rata-rata, satu tandan pisang Kepok Tanjung bisa menghasilkan 250-300 buah. Sementara pisang Batu biasa, rata-rata hanya 100-150 buah per tandan.

Dari segi ukuran buah, Pisang Kepok Tanjung lebih besar, tentu harganya juga lebih mahal. Selain itu, cita rasanya juga tidak kalah dibanding pisang Batu Kampung. Secara ketahanan, Pisang Kepok lebih tahan penyakit.

“Kalau pisang Kepok super, sekarang harganya bisa Rp1200 per buah, yang ukuran sedang Rp900 dan kecil sekitar Rp700. Jadi, satu tandannya bisa dihargai Rp200 ribu sampai Rp300 ribu,” terang Firdaus.

Usia tanam hingga panen pisang kepok, menurutnya sekitar 8 bulan. Setelah berbuah perdana, masyarakat nantinya bisa Paneh sekitar 3 kali dalam setahun.

Keberhasilan Firdaus mengembangkan Pisang Kepok sebagai sumber ekonomi tidak lantas membuatnya lupa dengan tetangga dan masyarakat sekitar.

Dirinya membantu membina masyarakat dan anggota kelompok yang mau menanam pisang “emas” tersebut. Mulai dari bibit hingga cara bercocok tanam.

Sudah tak terhitung masyarakat yang ikut terbantu, bahkan tak sedikit masyarakat yang pernah dibimbingnya juga sudah bisa menjual bibit dan pisang yang dihasilkannya.

“Alhamdulillah, kalau ada pesanan, saya juga bisa bantu jualkan bibit pisang Kepok masyarakat yang ada disini,” terangnya ditemani istrinya, Orlinda.

Cita-cita Pak Firdaus cukup mulia, Ia bermimpi menjadikan Nagari Selayo, Kabupaten Solok sebagai sentra pisang Kepok sehingga kesejahteraan petani di daerah itu semakin naik. Saat ini, sudah ada sekitar 100 Hektar lahan pisang Kepok di kawasan Jorong Batu Palano, Selayo.

Tags: BisnisNasionalSolok

Berita Lainnya

Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA

Ketika Minyak Mahal Bertemu ‘Hot Money’

Senin, 14 Sep 2026 | 13:30 WIB

Orang Kaya Baru dari AI Mulai Mengubah Gaya Hidup Mewah

Kamis, 10 Sep 2026 | 07:11 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram

BI Catat Transaksi dan Komitmen Usaha Capai Angka Rp 2,75 Miliar di SCF 2026

Senin, 31 Agu 2026 | 06:43 WIB

Sertifikasi Halal Jadi Modal Strategis UMKM Sumbar Perluas Pasar

Minggu, 30 Agu 2026 | 13:15 WIB
Selanjutnya
Ilustrasi

Ini 10 Obat Vertigo Alami Paling Praktis dan Ampuh

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara