Selasa, 22 Sep 2026 - 05:27 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Internasional

China Disebut Siap Jalin Hubungan Kerjasama dengan Taliban, Pengamat Nilai Masih Ada Kekhawatiran

China tetap berhubungan dan berkomunikasi dengan Taliban Afghanistan atas dasar menghormati sepenuhnya kedaulatan Afghanistan dan kehendak semua pihak di negara itu dan memainkan peran konstruktif dalam mencari solusi politik untuk masalah Afghanistan

redaksi
Rabu, 18 Agu 2021 | 12:35 WIB
Menlu China Wang Yi (kanan) saat menerima Kepala Politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar di Tianjin, China, 28 Juli 2021.

Menlu China Wang Yi (kanan) saat menerima Kepala Politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar di Tianjin, China, 28 Juli 2021. (AP)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – China menyatakan siap untuk memajukan hubungannya dengan Taliban, namun sejumlah pakar kebijakan luar negeri menilai Beijing tetap khawatir atas hal yang dapat terjadi selanjutnya.

Mereka juga berpandangan negara di Asia Timur itu kemungkinan tidak mencurahkan komitmen terkait keamanan dan ekonomi yang luas ke Afghanistan dalam waktu dekat.

Baca Juga

Universitas Nahdlatul Ulama Sumbar Teken MoU Riset Teknologi Tepat Guna dengan BRIN

Rabu, 26 Agu 2026 | 10:47 WIB

UNP Jalin Kerjasama Internasional dengan Lima Perguruan Tinggi di Turki dan Pakistan

Kamis, 9 Apr 2026 | 15:40 WIB

Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Senin (17/8) berbicara dengan Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengenai perkembangan di Afghanistan. Departemen Luar Negeri menyatakan keduanya membahas situasi keamanan dan upaya masing-masing negara untuk membawa warganya ke tempat yang aman.

“China tetap berhubungan dan berkomunikasi dengan Taliban Afghanistan atas dasar menghormati sepenuhnya kedaulatan Afghanistan dan kehendak semua pihak di negara itu dan memainkan peran konstruktif dalam mencari solusi politik untuk masalah Afghanistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying hari Senin dalam jumpa pers.

Pernyataan Hua itu dinilai sebagai indikasi terbaru bahwa China meletakkan dasar untuk mendukung Taliban sebagai pemerintah yang sah di Afghanistan.

Pada 28 Juli 2021, Wang Yi bertemu dengan kepala politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar di Tianjin. China berharap Taliban Afghanistan akan “bersatu dengan berbagai partai politik dan kelompok etnis untuk membentuk struktur politik yang luas dan inklusif.”

Taliban mengungkapkan harapannya untuk mengembangkan hubungan baik dengan China dalam pembangunan kembali Afghanistan dan tidak akan pernah membiarkan pasukan mana pun menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyakiti China, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, Senin (17/8).

Meski menyambut baik sikap Taliban, Beijing juga khawatir tentang potensi dampak negatif pada keamanan dan ekonomi setelah penarikan pasukan AS, menurut Andrew Small, peneliti senior dari German Marshall Fund of the United States.

AS, China, Rusia dan Pakistan, bersama-sama menyatakan tidak mendukung pembentukan pemerintahan Afghanistan dari mana pun yang “dilakukan secara paksa.”

Keempat negara itu merupakan anggota dari kelompok yang disebut Extended Troika on Peaceful Settlement di Afghanistan.

Sebagian pengamat regional menguraikan Washington dan Beijing berkepentingan bagi penyelesaian politik secara damai di Afghanistan. Namun, Small menjelaskan AS dan China secara relatif, jarang “bekerja sama denga erat selama dekade terakhir” karenakedua negara terus mengarah pada hubungan persaingan.

Analis lainnya termasuk Seth Jones, direktur Program Keamanan Internasional di Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington DC skeptis tentang kerjasama substansial AS-China di Afghanistan karena “tepat berada di tengah-tengah” Belt and Road Initiative (Inisiatif Sabuk dan Jalan) Beijing.

Sumber: VOAIndonesia

Tags: ChinaInternasionalKerjasamataliban

Berita Lainnya

Universitas Nahdlatul Ulama Sumbar Teken MoU Riset Teknologi Tepat Guna dengan BRIN

Rabu, 26 Agu 2026 | 10:47 WIB

UNP Jalin Kerjasama Internasional dengan Lima Perguruan Tinggi di Turki dan Pakistan

Kamis, 9 Apr 2026 | 15:40 WIB

UNP Jalin Kerjasama Internasional di Bidang Pariwisata

Rabu, 22 Okt 2025 | 11:06 WIB

SPH dan Pemko Sawahlunto Jajaki Kerjasama di Bidang Layanan Kesehatan

Selasa, 14 Okt 2025 | 17:01 WIB
Selanjutnya
.

Hindari Resiko Sakit Jantung dengan Hal-hal Ini

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara