Rabu, 09 Sep 2026 - 07:15 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Bulu Mata Palsu Dari Pelepah Pisang Inovasi Ramah Lingkungan Dari Dosen UNP

Fitria Marlina
Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:59 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Di tengah maraknya produk kecantikan berbahan sintetis, sebuah terobosan unik hadir dari Universitas Negeri Padang (UNP). Dr. Vivi Efrianova, S.ST., M.Pd.T., dosen Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, berhasil menciptakan bulu mata palsu berbahan dasar serat pelepah batang pisang kepok—sebuah inovasi yang memadukan estetika, keberlanjutan, dan kehalalan dalam satu produk.

Berangkat dari keresahan terhadap dampak lingkungan dan potensi bahaya bahan sintetis, Dr. Vivi melihat peluang besar pada serat alami yang selama ini kurang dimanfaatkan. Pelepah pisang kepok, yang kerap dianggap limbah, justru memiliki karakteristik menyerupai bulu mata manusia mulai dari tekstur hingga kilau alaminya.

Baca Juga

OlympiAR 2026 Dorong Mahasiswa Sumatra Berani Berkompetisi dan Siap Hadapi Dunia Industri

Selasa, 8 Sep 2026 | 21:15 WIB

Pemerintah dan UNP Perkuat UMKM Kuliner Melalui MASAMO 2026

Senin, 7 Sep 2026 | 11:12 WIB

Produk bulu mata palsu yang terbuat dari serat pelepah batang pisang kepok dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Tak hanya menyerupai secara visual, serat alami ini juga lebih ringan dan nyaman digunakan, bahkan dalam durasi yang lama. Sifatnya yang biodegradable menjadikannya pilihan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dibandingkan produk konvensional.

Proses pembuatannya pun tidak sederhana. Serat pelepah pisang harus melalui serangkaian tahapan mulai dari pemotongan, penyerutan, pencucian, penjemuran, hingga pewarnaan—sebelum akhirnya dirangkai secara manual dengan ketelitian tinggi menjadi bulu mata palsu yang siap digunakan.

Namun, perjalanan inovasi ini tidak lepas dari tantangan. Ketersediaan bahan baku berkualitas menjadi kendala awal yang harus dihadapi. Untuk itu, Dr. Vivi menggandeng petani pisang lokal guna memastikan suplai serat terbaik sekaligus memberdayakan masyarakat.

Salah satu tantangan awal adalah memastikan ketersediaan dan kualitas serat pelepah batang pisang kepok yang memadai. Kami bekerja sama dengan petani lokal untuk mendapatkan bahan terbaik,” jelasnya.

Menariknya, inovasi ini juga menjawab kebutuhan konsumen Muslim. Dengan bahan alami yang halal, produk ini dinilai aman digunakan tanpa menimbulkan keraguan dalam aspek ibadah.

“Serat alami yang lebih ringan dan nyaman membuat pengguna dapat mengenakan bulu mata palsu ini dalam waktu yang lebih lama tanpa merasa tidak nyaman,” tambahnya.

Saat ini, produk masih dalam tahap pengujian guna memastikan kualitas dan keamanan sebelum dipasarkan secara luas. Di saat yang sama, Dr. Vivi tengah mengajukan hak paten sebagai langkah perlindungan terhadap karya inovatif tersebut. Ia juga menggandeng industri, termasuk PT Nanotech Natura Indonesia, untuk mengintegrasikan teknologi seperti nanoteknologi dalam pengembangan produk.

Lebih dari sekadar inovasi kecantikan, temuan ini membuka peluang ekonomi baru. Pemanfaatan pelepah pisang sebagai bahan baku memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Dengan bekerja sama langsung dengan petani lokal, kami tidak hanya mendukung ekonomi masyarakat tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi alternatif produk kecantikan yang aman dan ramah lingkungan, tetapi juga menginspirasi lahirnya lebih banyak karya berbasis bahan alami yang berdampak luas bagi masyarakat.

Tags: Unp

Berita Lainnya

OlympiAR 2026 Dorong Mahasiswa Sumatra Berani Berkompetisi dan Siap Hadapi Dunia Industri

Selasa, 8 Sep 2026 | 21:15 WIB

Pemerintah dan UNP Perkuat UMKM Kuliner Melalui MASAMO 2026

Senin, 7 Sep 2026 | 11:12 WIB

UNP dan Semen Padang Berbagi Pengetahuan soal Riset Pengelolaan Suku Cadang Industri

Rabu, 2 Sep 2026 | 14:57 WIB

UNP Jajaki Kerjasama dengan Pelaku Industri dan Tani di Solok

Rabu, 2 Sep 2026 | 11:10 WIB
Selanjutnya

4000 Warga Manfaatkan MPP Way Kanan, Bupati Ayu Minta Layanan Publik Terus Ditingkatkan

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara