Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:57 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

BPBD Sumbar Perkuat SDM Nagari untuk Hitung Cepat Pasca Bencana

Pada 2021 direncanakan ada delapan angkatan yang dilatih. Masing-masing angkatan melibatkan sebanyak 120 peserta yang terdiri dari perangkat nagari, desa, KSB dan unsur media

redaksi
Sabtu, 11 Sep 2021 | 19:34 WIB
Pembukaan Bimtek Jitu Pasna Tahun 2021 Gelombang III di Hotel Imelda, Padang, Kamis (9/9)

Pembukaan Bimtek Jitu Pasna Tahun 2021 Gelombang III di Hotel Imelda, Padang, Kamis (9/9) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat (BPBD Sumbar) berupa memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di Nagari, BPBD kabupaten dan kota serta awak media. Penguatan itu dilaksanakan dalam bentuk bimbingan teknis selama empat hari (8 hingga 11 September 2021).

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Sumbar, Suryadi Eviontri menjelaskan kegiatan Bimtek Jitu Pasna ini telah dilakukan sejak tahun 2018. Totalnya sudah 960 aparatur nagari/desa/kelurahan yang ikut pelatihan Jitu Pasna di Sumbar.

“Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan validitas data bencana. Jadi sejak 2018 sudah ada 42 angkatan yang dilatih dengan total 960 desa dan nagari dari sekitar 1.400 desa dan nagari yang ada di Sumbar. Secara bertahap kita targetkan di setiap desa dan nagari itu sudah ada yang memahami Jitu Pasna ini,” katanya saat pembukaan Bimtek Jitu Pasna Tahun 2021 Gelombang III di Hotel Imelda, Padang, Kamis (9/9).

Dilanjutkannya, pada 2021 direncanakan ada delapan angkatan yang dilatih. Masing-masing angkatan melibatkan sebanyak 120 peserta yang terdiri dari perangkat nagari, desa, KSB dan unsur media.

“Kami berharap peserta dapat menyajikan data hitung cepat jika terjadi bencana di tempat masing-masing. Setelah Bimtek ini peserta juga bisa menyebarkan ilmu kepada masyarakat di nagari masing-masing,” harapnya.

Sementara itu pemateri Bimbingan Teknis Jitu Pasna Provinsi Sumbar R. Hutomo dari Pusdiklat PB BNPB saat menyampaikan, perhitungan cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitu Pasna) sangat diperlukan dalam mengukur ketepatan data kerusakan dan kerugian. Ini juga untuk menghindari penyimpangan dan manipulasi data.

Baca Juga

Dok. Tim Satgas PRR

Huntap di Agam Target Rampung Desember, Lahan Digunakan Ideal untuk Pemukiman Warga

Senin, 26 Okt 2026 | 20:42 WIB

Kepedulian yang Tak Terputus, YBM PLN Terus Hadir untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 22 Okt 2026 | 08:32 WIB

“Dengan Jitu Pasna ini akan didapatkan data yang akurat, sehingga kekeliruan dalam perhitungan termasuk penyimpangan dan manipulasi data dapat diminamalisir,” katanya.

Selain itu katanya keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pendataan seperti terobosan yang dilakukan BPBD Sumbar dengan menyiapkan SDM yang menguasai Jitu Pasna dari tingkat kelurahan/nagari/desa patut diapresiasi.

“Karena mereka selain menguasai kondisi lapangan, dan ikut mengalami bencana yang terjadi di daerahnya masing-masing, mereka juga mampu menyiapkan data yang akurat,” tuturnya.

Lebih lanjut, pelatihan ini bukan sekali ini di Sumbar, tetapi sebelumya juga telah sering dilakukan.

“Saya ikut memantau dari pelatihan ini. Kecepatan laporan kebencanaan yang disampaikan, tidak hanya dalam bentuk poto atau dokumentasi bencana, tapi analisa kerusakan dan kerugian dari bencana yang terjadi,” terangnya. (*)

Tags: BencanaBencana AlamBimtekBpbd SumbarBPNB

Berita Lainnya

Dok. Tim Satgas PRR

Huntap di Agam Target Rampung Desember, Lahan Digunakan Ideal untuk Pemukiman Warga

Senin, 26 Okt 2026 | 20:42 WIB

Kepedulian yang Tak Terputus, YBM PLN Terus Hadir untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 22 Okt 2026 | 08:32 WIB

Pasca Tanggap Darurat, Bupati Solok Serahkan Dokumen R3P ke BNPB

Jumat, 16 Okt 2026 | 09:41 WIB

Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok

Senin, 12 Okt 2026 | 12:53 WIB
Selanjutnya
.

Penelitian Terbaru CDC: Orang yang Tidak di Vaksinasi Lebih Mungkin Dirawat di RS dan Meninggal Akibat Varian Delta

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara